kawankitanews.web.id – Pengamat sosial Jacob Ereste menekankan pentingnya peran spiritualitas dalam menghadapi kondisi dunia yang dinilainya semakin kacau dan tidak menentu. Ia menyebut keseimbangan antara akal dan batin menjadi kunci agar manusia tidak terjebak dalam tekanan hidup yang kompleks.
Jacob menilai, dominasi intelektualitas tanpa diimbangi spiritualitas kerap membuat seseorang kehilangan arah. Menurutnya, kondisi ini dapat memicu kegelisahan batin meski secara logika seseorang terlihat mampu mengendalikan keadaan.
“Spiritualitas membantu manusia menenangkan diri, mengendalikan pikiran, dan menjaga keseimbangan emosi di tengah situasi yang penuh tekanan,” ujarnya, Sabtu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, praktik seperti meditasi, yoga, hingga tradisi spiritual khas Nusantara mampu melatih kesadaran diri. Dalam tradisi Jawa, konsep penyatuan antara manusia dan Tuhan menjadi bagian dari upaya mencapai ketenangan batin yang mendalam.
Menurut Jacob, pendekatan spiritual Nusantara lebih menekankan perjalanan ke dalam diri, berbeda dengan pendekatan Barat yang sering mencari ketenangan melalui alam luar seperti gunung dan laut.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, ia mengingatkan agar pengambilan keputusan tidak hanya bertumpu pada logika semata. Ia menilai nilai moral dan suara hati harus tetap menjadi pertimbangan utama, terutama dalam dinamika politik yang kerap memicu ketegangan.
“Spiritualitas bukan untuk menjauh dari realitas, tetapi menjadi bekal agar manusia tetap tenang dalam menghadapi carut-marut kehidupan,” tegasnya.
Selain itu, Jacob juga menyoroti meningkatnya karya sastra bernuansa spiritual di Indonesia. Ia menilai fenomena tersebut sebagai refleksi para seniman dalam merespons kondisi sosial yang penuh tekanan.
Ia berharap penguatan spiritualitas dapat menjadi fondasi bagi masyarakat untuk menjaga ketenangan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta membangun kehidupan yang lebih harmonis di tengah dinamika dunia yang terus berubah.(Kontributor banten yacob)

