8 Agustus 2026

Jadi Menteri Kebudayaan, Fadli Zon Tetap Jaga Silaturahmi dengan Sahabat dan Kerabat Lama

Keterangan Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama sahabat dan kerabat dalam suasana silaturahmi di Fadli Zon Library, Jakarta.

kawankitanews.web.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon tetap menjaga hubungan baik dengan sahabat dan kerabat lama di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai menteri. Sikap tersebut terlihat saat Fadli Zon menerima kunjungan sahabat dan kerabat Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) di Fadli Zon Library, Jalan Danau Limboto Nomor 96, Jakarta Pusat, Senin malam (20/7/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Para sahabat dan kerabat GMRI berbincang mengenai berbagai persoalan, mulai dari spiritualitas, kebudayaan, sejarah, hingga gagasan untuk masa depan bangsa Indonesia.

Sebelum bertemu Fadli Zon, para sahabat GMRI juga membahas kegiatan syukuran sekaligus peringatan pertama perayaan Keyakinan Penghayat terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berlangsung di kediaman Dr. Yudi Latief pada 19 Juli 2026. Kegiatan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari sejumlah kalangan.

Perbincangan kemudian berlanjut di sebuah kedai kopi yang berada di seberang Fadli Zon Library.

Dalam suasana santai, para peserta membahas berbagai aspek spiritualitas yang dinilai memiliki kaitan dengan kehidupan sosial, kebudayaan, serta pembangunan karakter bangsa.

Mereka menilai masyarakat Indonesia membutuhkan penguatan nilai-nilai moral dan spiritual untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai tersebut juga mereka kaitkan dengan amanah yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Saat perbincangan berlangsung, salah seorang staf ahli Menteri Kebudayaan menyampaikan informasi bahwa Fadli Zon akan datang. Para sahabat dan kerabat GMRI kemudian menyambut kedatangan Fadli Zon sekitar pukul 22.00 WIB.

Fadli Zon juga menerima sejumlah tamu dari Bali yang ingin menyampaikan konsultasi mengenai rencana kegiatan besar yang akan mereka laksanakan. Setelah agenda tersebut, Fadli Zon kembali bergabung dalam suasana perbincangan santai bersama sahabat dan kerabatnya.

Pertemuan tersebut juga membahas rencana peluncuran “Kitab MA HA IS MA YA” yang ditargetkan berlangsung paling lambat September 2026.
Kedekatan Fadli Zon dengan para sahabatnya terlihat dalam pertemuan yang berlangsung tanpa suasana formal.

Sri Eko Sriyanto Galgendu, yang dikenal sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara, mengapresiasi sikap Fadli Zon yang tetap membuka ruang silaturahmi dengan kawan lama meski telah menduduki jabatan sebagai Menteri Kebudayaan.

Sri Eko menilai Fadli Zon tidak menempatkan dirinya secara formal sebagai seorang menteri dalam pertemuan tersebut. Fadli Zon tetap menerima sahabat dan kerabat dalam suasana santai, berdiskusi, serta berbagi pandangan hingga menjelang waktu salat Subuh.

Dalam perbincangan itu, Fadli Zon turut menyampaikan pandangannya mengenai spiritualitas dan kaitannya dengan kebudayaan. Ia juga membahas nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai warisan budaya Nusantara, termasuk keris.

Fadli Zon menjelaskan bahwa masyarakat pada masa lalu tidak hanya melihat keris sebagai benda budaya. Proses pembuatan keris juga melibatkan aspek spiritual, seperti tirakat, doa, serta pencarian petunjuk yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan.

Selain membahas spiritualitas, para sahabat juga melihat berbagai koleksi yang tersimpan di Fadli Zon Library. Perpustakaan pribadi tersebut menyimpan sekitar 50 ribu buku serta berbagai koleksi bersejarah,

“seperti naskah kuno, perangko, piringan hitam, koran tempo dulu, arca, dan sejumlah benda yang berkaitan dengan sejarah Indonesia.

Fadli Zon juga memiliki koleksi keris yang menjadi bagian dari perhatian terhadap warisan budaya Nusantara. Ia mampu menjelaskan nilai sejarah dan spiritual yang melekat pada keris melalui sudut pandang budaya dan pemikiran ilmiah.

Fadli Zon lahir di Jakarta pada 1 Juni 1971. Sepanjang perjalanan kariernya, ia telah menduduki sejumlah posisi penting di bidang politik, organisasi, kebudayaan, dan sejarah.

Ia pernah menjabat Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2015–2020 dan 2020–2025, Ketua Ikatan Keluarga Besar Minangkabau (IKM) periode 2017–2019, serta Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) periode 2019–2024.

Di bidang politik, Fadli Zon menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sejak 2008. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019.

Selain itu, Fadli Zon pernah menjabat President Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), Ketua Umum Forum for Development in International Studies periode 1993–1996, serta aktif dalam Asian Conference on Religion and Peace (ICRP) pada periode 1996–1998.

Ia juga pernah memimpin Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia periode 2010–2015.

Pertemuan di Fadli Zon Library tersebut menunjukkan bahwa kesibukan dan jabatan publik tidak menghalangi seseorang untuk tetap menjaga hubungan dengan sahabat dan kerabat lama. Sikap Fadli Zon yang tetap membuka ruang silaturahmi mendapat apresiasi dari para sahabatnya.

Bagi mereka, menjaga persahabatan dan hubungan baik menjadi bagian penting dalam kehidupan. Nilai tersebut juga sejalan dengan semangat untuk merawat kebudayaan, sejarah, spiritualitas, serta kebersamaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *