9 Agustus 2026

Diskominfo Jatim Dorong KIM Aktif di KIM.ID untuk Perluas Diseminasi Informasi

Keterangan foto: Diskominfo Jatim membekali KIM mengoptimalkan KIM.ID untuk memperluas diseminasi informasi publik.

kawankitanews.web.id– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur mendorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) lebih aktif menggunakan platform KIM.ID untuk memperluas penyebaran informasi publik.

Diskominfo Jatim menyampaikan dorongan tersebut melalui pelatihan CERDIG (Cerdas Digital) bertema “Pemanfaatan KIM.ID sebagai Media Diseminasi Informasi KIM” yang berlangsung secara daring pada Jumat (7/8/2026).

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus dan admin KIM dalam mengelola platform digital sekaligus memperkuat peran KIM sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin mengatakan, pelatihan CERDIG menindaklanjuti hasil pemetaan media dan kelembagaan KIM yang dilakukan pada 22 Juli 2026.

Pemetaan mencatat 1.144 KIM telah terdaftar di KIM.ID di seluruh Jawa Timur. Namun, baru 234 KIM atau sekitar 13,5 persen yang aktif mempublikasikan berita melalui platform tersebut.

“Terima kasih, kami mengapresiasi KIM Nusantara Kabupaten Lumajang yang telah menjadi contoh praktik baik,” ujar Sherlita.

Dari Januari hingga Juni 2026, KIM yang aktif di KIM.ID menghasilkan 10.011 berita. KIM Nusantara Kabupaten Lumajang menyumbang 7.210 berita atau sekitar 72 persen dari total publikasi.

Capaian tersebut menjadi perhatian Diskominfo Jatim untuk mendorong KIM lain meningkatkan pemanfaatan KIM.ID. Diskominfo Jatim berharap pengelola KIM tidak hanya aktif mengunggah informasi, tetapi juga meningkatkan kualitas konten yang mereka sajikan.

Pelatihan CERDIG menghadirkan admin/operator teknis KIM.ID dari Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Kusnadi.

Kusnadi memberikan materi teknis mulai dari proses pendaftaran, verifikasi dan validasi KIM, pengelolaan data organisasi, pengelolaan website, hingga pengamanan akun menggunakan autentikasi dua langkah atau 2FA.

Ia menjelaskan KIM.ID sebagai platform digital kemitraan yang pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota kelola secara kolaboratif. Platform tersebut mendukung peningkatan kapasitas pegiat KIM sekaligus memperkuat peran mereka dalam diseminasi informasi.

Ketua KIM Nusantara Kabupaten Lumajang Disse Aria Dewi turut membagikan pengalaman dalam mengembangkan KIM di daerahnya.

Menurut Disse, KIM Lumajang membangun lima fondasi utama, yakni regulasi yang kuat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan berkelanjutan, kolaborasi lintas desa dan pemangku kepentingan, serta budaya belajar dan berbagi.

Ia menegaskan bahwa KIM Lumajang tidak menjadikan jumlah berita sebagai target utama. Pengelola lebih fokus meningkatkan kapasitas SDM, tata kelola redaksi, budaya kolaborasi, dan kualitas informasi.

“Yang kami bangun adalah kapasitas SDM, tata kelola redaksi, budaya kolaborasi, kualitas informasi dan produktivitas. Produktivitas adalah dampaknya,” kata Disse.

Diskominfo Jatim berharap pelatihan CERDIG dapat mendorong semakin banyak KIM memanfaatkan KIM.ID secara konsisten. Aktivitas tersebut diharapkan memperluas jangkauan informasi publik sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di Jawa Timur.

Dengan semakin banyak KIM yang aktif, masyarakat memiliki lebih banyak sumber informasi lokal yang dapat membantu menyampaikan berbagai potensi, kegiatan, dan informasi pembangunan di wilayah masing-masing.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *