kawankitanews.web.id // Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membangun rekam jejak karier yang panjang melalui jalur militer, pendidikan internasional, hingga penugasan strategis di pemerintahan.
Ia menempuh berbagai tahapan pembentukan kapasitas yang memperkuat perannya dalam lingkungan eksekutif negara.
Teddy menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 2011 dan kemudian bergabung dengan satuan elit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ia menjalankan berbagai penugasan yang menuntut disiplin tinggi, ketahanan fisik, serta kemampuan kepemimpinan di lapangan.
Dalam pengembangan kompetensi militernya, Teddy mengikuti sejumlah pendidikan internasional. Ia menempuh US Army Ranger School pada tahun 2019 dan menyelesaikannya dengan capaian yang kompetitif. Ia juga mengikuti pelatihan di US Army Infantry School serta US Army Airborne School untuk memperkuat kemampuan taktis dan operasional.
Selain itu, Teddy memperluas wawasan strategis dengan mengikuti pendidikan intelijen di Australia pada tahun 2015. Ia memanfaatkan pengalaman tersebut untuk memperdalam pemahaman terhadap dinamika keamanan global dan kerja sama internasional.
Di bidang akademik, Teddy menempuh pendidikan magister di Universitas Indonesia pada program Kajian Terorisme dan lulus pada tahun 2021.
Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Sains Manajemen untuk memperkuat kapasitas analisis dan manajerialnya.
Dalam karier pemerintahan, Teddy menjalankan sejumlah penugasan penting di lingkungan eksekutif. Ia pernah bertugas sebagai Asisten Ajudan Presiden Joko Widodo pada periode 2014–2019, kemudian melanjutkan peran sebagai Ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada 2019–2024.
Setelah melalui berbagai pengalaman tersebut, Teddy kemudian dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Dalam posisi ini, ia mendukung koordinasi kebijakan pemerintahan serta memperkuat sinkronisasi antar lembaga negara.
Dengan kombinasi pengalaman militer, pendidikan internasional, dan jabatan strategis, Teddy terus menunjukkan konsistensi dalam menjalankan peran di pemerintahan. Rekam jejak tersebut menggambarkan proses pembentukan kepemimpinan yang bertumpu pada disiplin, pengalaman lapangan, dan penguatan akademik.(Red)

