kawankitanews.web.id — Pengamat sosial Jacob Ereste menilai ruang digital saat ini dipenuhi oleh lompatan informasi yang bergerak cepat dan sering kali sulit diverifikasi kebenarannya. Ia menyebut kondisi tersebut memengaruhi cara publik memahami berbagai isu yang beredar di media sosial.
Jacob menjelaskan bahwa arus informasi di platform digital berkembang sangat dinamis dan tidak selalu melalui proses penyaringan yang memadai. Ia menilai situasi ini membuat masyarakat kerap menerima informasi dalam bentuk potongan yang tidak utuh.
Ia juga menyebut sejumlah konten di media sosial menyebar secara cepat tanpa kejelasan sumber yang valid. Menurutnya, hal ini menyebabkan publik kesulitan membedakan antara fakta, opini, dan interpretasi yang berkembang di ruang digital.
Jacob menegaskan bahwa fenomena tersebut dapat menurunkan kualitas pemahaman publik terhadap isu-isu sosial dan kebijakan publik. Ia menilai kondisi ini berpotensi memicu kesalahpahaman jika tidak diimbangi dengan kemampuan verifikasi yang kuat.
Lebih lanjut, ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengonsumsi informasi digital. Ia menekankan pentingnya memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkannya kembali di media sosial.
Sejumlah pengamat komunikasi digital juga menilai bahwa kecepatan algoritma media sosial turut memperkuat penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Mereka menyebut hal ini menciptakan tantangan besar dalam menjaga kualitas ruang publik digital.
Dalam pandangan Jacob, literasi digital menjadi faktor utama untuk menjaga agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas. Ia menilai kemampuan berpikir kritis harus terus diperkuat di tengah derasnya arus informasi.
Para pengamat mengingatkan bahwa ruang digital perlu dikelola secara lebih sehat agar tetap menjadi sarana informasi yang akurat, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.(Kontributor banten yacob)

