Menjaga Keseimbangan Dunia Lewat Spiritualitas, Ini Pandangan Jacob Ereste

Keterangan foto Jacob Ereste menyampaikan pandangan tentang pentingnya spiritualitas dalam menjaga keseimbangan hidup di tengah tekanan dunia modern.
Keterangan foto Jacob Ereste menyampaikan pandangan tentang pentingnya spiritualitas dalam menjaga keseimbangan hidup di tengah tekanan dunia modern.

Kawankitanews.web.id // Di tengah kondisi dunia yang kian kompleks dan penuh tekanan, budayawan Jacob Ereste menilai spiritualitas menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga keseimbangan hidup manusia.

Ia menekankan pentingnya menyelaraskan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman batin agar manusia tidak kehilangan arah dalam menghadapi dinamika zaman.

Menurut Jacob Ereste, ketimpangan antara dominasi akal dan terabaikannya suara hati menjadi akar dari berbagai kegelisahan yang dialami manusia modern.

Pola hidup yang hanya mengandalkan logika dinilai membuat seseorang mudah stres, cemas, bahkan kehilangan kendali dalam mengambil keputusan.

“Spiritualitas itu berfungsi sebagai penyeimbang. Ia melatih kesadaran diri agar pikiran tidak liar dan hati tetap tenang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, praktik spiritual seperti meditasi, yoga, hingga laku batin khas Nusantara seperti “samedi” dapat membantu seseorang mencapai ketenangan yang lebih dalam.

Dalam tradisi tersebut, manusia diajak menyelami dirinya sendiri untuk menemukan hubungan dengan Sang Pencipta, yang diyakini hadir dalam setiap diri manusia.

Pendekatan ini, lanjutnya, berbeda dengan sebagian tradisi Barat yang cenderung mencari ketenangan melalui eksplorasi alam di luar diri.

Spiritualitas Nusantara justru menekankan perjalanan ke dalam batin sebagai sumber utama kedamaian.

Lebih jauh, Jacob Ereste menegaskan bahwa spiritualitas memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan politik.

Nilai-nilai spiritual diyakini mampu membentuk karakter yang jujur, bertanggung jawab, dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan sesaat.

“Kalau keseimbangan itu hilang, orang bisa mudah tergelincir pada perilaku menyimpang seperti korupsi, ingkar janji, hingga pengkhianatan terhadap amanah,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti perkembangan dunia sastra Indonesia yang mulai dipenuhi karya-karya bernuansa spiritual.

Banyak penyair menghadirkan puisi dengan kedalaman makna batin sebagai bentuk refleksi atas kondisi sosial yang tidak menentu.

Fenomena ini dinilai sebagai upaya kalangan seniman untuk menjaga keseimbangan di tengah kegaduhan publik.

Puisi tidak lagi sekadar karya estetika, tetapi juga menjadi medium pencarian makna dan kesadaran spiritual.

Pada akhirnya, Jacob Ereste mengingatkan bahwa spiritualitas bukanlah bentuk pelarian dari realitas.

Sebaliknya, spiritualitas adalah cara untuk menghadapi realitas dengan lebih jernih, tenang, dan bijaksana.

“Masuk ke dalam diri sendiri adalah jalan untuk tetap waras di tengah dunia yang kacau,” pungkasnya.(Kontributor banten yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *