kawanindonesia.web.id – Lemon Tree’s Reunion menghadirkan suasana penuh nostalgia dalam rangkaian kegiatan bertajuk “Gombloh: Bukan Hanya di Radio” yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (7/7/2026).
Penampilan grup musik yang diperkuat Cak Pardi bersama para personel lama itu menjadi salah satu sajian utama dalam acara penghormatan kepada maestro musik Indonesia, Gombloh, menjelang hari kelahirannya pada 12 Juli.
Ratusan pengunjung yang memadati area kegiatan tampak larut dalam suasana ketika Lemon Tree’s Reunion membawakan lagu legendaris “Lestari Alamku”.
Tepuk tangan dan nyanyian bersama dari para penonton mengiringi penampilan yang menghidupkan kembali kenangan terhadap karya-karya Gombloh yang hingga kini masih melekat di hati masyarakat.
Melalui lagu “Lestari Alamku”, Lemon Tree’s Reunion kembali menggaungkan pesan Gombloh tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Lirik lagu tersebut mengajak masyarakat mencintai alam sebagai warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Pesan yang disampaikan puluhan tahun lalu itu tetap relevan dengan berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.
Penampilan reuni tersebut juga mengingatkan publik pada sejarah panjang Lemon Tree’s sebagai grup musik yang menjadi bagian penting dari perjalanan awal karier Gombloh.
Grup yang berdiri di Surabaya pada akhir dekade 1960-an itu menjadi tempat Gombloh mengembangkan bakatnya sebagai pencipta lagu sekaligus musisi. Bersama Lemon Tree’s,
ia tampil di berbagai panggung seni, termasuk di Balai Pemuda Surabaya yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan perjalanan berkaryanya.
Kembalinya para personel Lemon Tree’s ke atas panggung bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan kecintaan terhadap warisan seni yang telah dibangun bersama Gombloh.
Penampilan mereka memperlihatkan bahwa semangat berkarya dan nilai-nilai yang ditanamkan sang maestro masih terus hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan “Gombloh: Bukan Hanya di Radio” diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Gombloh yang dikenal sebagai musisi dengan karya-karya sarat pesan sosial,
kemanusiaan, nasionalisme, dan kepedulian terhadap lingkungan. Balai Pemuda Surabaya dipilih sebagai lokasi acara karena menjadi salah satu tempat yang memiliki nilai historis dalam perjalanan seni Gombloh sejak masa awal kariernya.
Acara yang diinisiasi oleh Sasana Shanti Antropologi itu tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga menampilkan pameran foto, dokumentasi perjalanan hidup Gombloh,
“serta diskusi budaya yang mengulas pemikiran dan kontribusinya bagi perkembangan musik Indonesia.
Berbagai rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya memperkenalkan kembali warisan Gombloh kepada generasi muda agar tetap lestari dan relevan sepanjang masa.
Melalui penampilan Lemon Tree’s Reunion, semangat dan karya Gombloh kembali menggema di Balai Pemuda Surabaya.
Momen itu menjadi pengingat bahwa musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan dan membangun kesadaran sosial yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Apabila diperlukan, artikel ini juga dapat disesuaikan dengan gaya penulisan media online yang lebih SEO dengan panjang sekitar 800 kata.(Geng)

