Jacob Ereste: Diskusi Sehat Harus Gunakan Akal Sehat Seperti Disuarakan Rocky Gerung

Jacob Ereste tekankan pentingnya diskusi sehat berbasis akal sehat seperti disuarakan Rocky Gerung.
Jacob Ereste tekankan pentingnya diskusi sehat berbasis akal sehat seperti disuarakan Rocky Gerung.

Kawankitanews.web.id
– Pemikir sosial Jacob Ereste menegaskan pentingnya mengedepankan akal sehat dalam setiap forum diskusi publik.

Ia menilai, kualitas ruang dialog di Indonesia saat ini cenderung menurun karena banyak pihak lebih fokus memenangkan argumen daripada mencari kebenaran bersama.

Menurut Jacob, diskusi yang sehat harus memberi ruang bagi setiap peserta untuk menyampaikan pendapat sekaligus bersedia mendengar dan menerima pandangan orang lain.

Ia mengutip pandangan Rocky Gerung yang menyebut diskusi sebagai “pertengkaran yang patuh pada akal sehat”.

“Diskusi bukan sekadar adu pendapat, tetapi proses berpikir bersama untuk menemukan kebenaran. Itu hanya bisa terjadi jika kita menggunakan akal sehat,” ujarnya.

Ia menilai, praktik diskusi di berbagai forum saat ini sering kali kehilangan substansi karena peserta tidak benar-benar mendengarkan argumen lawan bicara.

Bahkan, kata dia, tidak sedikit yang lebih sibuk mempertahankan pendapat sendiri tanpa membuka ruang dialog yang konstruktif.

Jacob juga mengapresiasi langkah Rocky Gerung yang aktif mendorong budaya berpikir kritis melalui berbagai forum diskusi dan kegiatan “safari filsafat” di sejumlah daerah.

Menurutnya, upaya tersebut mampu menghidupkan kembali tradisi intelektual yang berbasis logika dan nalar sehat.

Ia menegaskan bahwa kemampuan mendengar merupakan bagian penting dari diskusi yang berkualitas.

Tanpa kesediaan untuk mendengar, lanjutnya, diskusi hanya akan berubah menjadi pertengkaran yang tidak produktif.

“Banyak orang merasa sudah benar sendiri. Padahal, inti dari diskusi adalah saling menguji dan memperkaya pemikiran,” tegasnya.

Lebih jauh, Jacob Ereste mengingatkan bahwa melemahnya budaya diskusi sehat dapat berdampak pada kualitas demokrasi.

Ia menilai, dominasi kepentingan dan ego dalam ruang publik dapat menghambat lahirnya solusi yang rasional terhadap berbagai persoalan bangsa.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan intelektual dan generasi muda, untuk membangun kembali tradisi diskusi yang terbuka, kritis, dan berbasis akal sehat.

“Jika kita ingin memperbaiki keadaan, kita harus mulai dari cara berpikir dan cara berdiskusi. Gunakan akal sehat, dengarkan orang lain, dan cari solusi bersama,” pungkasnya.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *