kawankitanews.web.id – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara, Hasan Basri, mengajak mahasiswa untuk mengedepankan dialog dan menghormati hukum dalam menyampaikan aspirasi guna menjaga kondusivitas di Sumatera Utara.
Menurut Hasan, stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.
Karena itu, ia menilai seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan mahasiswa di Sumatera Utara untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah.
Perbedaan pandangan hendaknya disampaikan melalui cara-cara yang bermartabat, menghormati hukum, dan mengedepankan dialog sebagai budaya demokrasi,” ujar Hasan Basri.
Ia mengatakan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change, social control, sekaligus mitra kritis yang konstruktif bagi lembaga negara.
Menurutnya, peran tersebut harus diwujudkan melalui sikap yang bertanggung jawab, berpikir kritis, serta tetap menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan.
Hasan menegaskan bahwa dialog menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun komunikasi yang sehat antara masyarakat, mahasiswa, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan mengedepankan musyawarah, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan dapat mengambil peran dalam pendidikan kebangsaan, peningkatan literasi hukum, pencegahan radikalisme, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, serta pembinaan karakter generasi muda.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa. Melalui kolaborasi dan dialog yang konstruktif, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan menjaga persatuan,” katanya.
Hasan juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Ia berharap mahasiswa di Sumatera Utara terus menjadi teladan dalam menyampaikan aspirasi secara santun, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, budaya dialog yang sehat akan memperkuat demokrasi sekaligus menjaga kondusivitas daerah sebagai modal penting bagi kemajuan Sumatera Utara dan Indonesia.(Rizky)

