Jacob Ereste Soroti Minimnya Pembangunan Spiritual di Tengah Kemajuan Fisik

Jacob Ereste soroti minimnya pembangunan spiritual di tengah pesatnya pembangunan fisik.
Jacob Ereste soroti minimnya pembangunan spiritual di tengah pesatnya pembangunan fisik.

Kawankitanews.web.id  – Pemikir sosial Jacob Ereste menyoroti ketimpangan arah pembangunan nasional yang dinilainya terlalu berfokus pada aspek fisik dan material, namun masih minim dalam pembangunan spiritual dan moral masyarakat.

Jacob Ereste menilai pembangunan infrastruktur yang masif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai etika. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi melahirkan krisis moral jika tidak segera diantisipasi.

“Kita melihat kemajuan fisik yang pesat, tetapi pembangunan jiwa belum mendapatkan perhatian yang sepadan. Ini harus menjadi refleksi bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan spiritual mencakup upaya membersihkan hati, mengendalikan nafsu, serta meningkatkan kualitas berpikir dan pemahaman. Menurutnya, hal tersebut penting agar setiap individu mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.

Jacob Ereste juga mengingatkan bahaya sikap sombong dan merasa paling benar yang kerap muncul di tengah persaingan sosial. Ia menilai sikap tersebut dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat jika tidak dikendalikan dengan nilai keikhlasan dan kerendahan hati.

Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai budaya lokal yang mengajarkan harmoni, kebersamaan, dan saling menghormati. Ia menyebut kekayaan budaya Nusantara sebagai kekuatan besar yang dapat memperkuat fondasi moral bangsa.

Menurutnya, peran masyarakat adat dan keraton di berbagai daerah perlu diperkuat sebagai penjaga nilai-nilai kearifan lokal. Ia menilai keberadaan mereka dapat menjadi pilar penting dalam membangun keseimbangan antara kemajuan modern dan nilai tradisional.

“Pembangunan tidak boleh hanya mengejar angka dan capaian fisik. Kita harus memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi pusat dari setiap kebijakan,” tegasnya.

Jacob Ereste juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih serius membangun kesadaran spiritual melalui pendidikan, gerakan moral, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Ia optimistis, keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual akan menciptakan masyarakat yang lebih beradab dan harmonis.

“Jika jiwa dan raga dibangun secara seimbang, maka masa depan bangsa akan lebih kuat dan bermakna,” pungkasnya (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *