8 Agustus 2026

Video Viral Dugaan PETI Kotanopan Belum Tuntas, Aktivis Desak Polres Madina Bertindak

Aktivis mendesak Polres Madina menuntaskan penyelidikan dugaan PETI Kotanopan.

kawankitanews.web.id — Sejumlah aktivis mahasiswa dan pelajar mendesak Polres Mandailing Natal (Madina) segera menuntaskan penyelidikan terkait video viral yang memperlihatkan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan.

Aktivis menyoroti penanganan kasus tersebut yang hingga kini belum memberikan kejelasan kepada publik. Mereka meminta kepolisian segera mengungkap pihak-pihak yang terlibat apabila hasil penyelidikan menemukan unsur pelanggaran hukum.

Ketua PC Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Kabupaten Madina Hanafi Lubis bersama Ketua PC IPNU Nuzul Ramadhan menyampaikan desakan itu kepada pers di Panyabungan, Jumat (24/7/2026).

Hanafi meminta Polres Madina menjelaskan perkembangan penyelidikan video yang beredar luas di media sosial tersebut. Ia menilai aparat perlu bertindak transparan dan profesional dalam menangani dugaan aktivitas tambang ilegal.

“Integritas dan profesionalitas aparat penegak hukum makin diragukan publik. Kasus sudah lama viral, tapi progresnya gelap gulita. Kapolres Madina harus transparan, jangan ada yang ditutupi. Kasus video viral pelaku PETI ini wajib diusut tuntas,” tegas Hanafi.

Menurut Hanafi, polisi dapat menggunakan rekaman video yang beredar sebagai salah satu bahan untuk melakukan penyelidikan. Ia meminta aparat memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas pertambangan tersebut berdasarkan bukti yang ditemukan.

“Video itu menghebohkan tanah air. Pelaku secara arogan merusak lingkungan demi emas ilegal. Apakah Kapolres Madina terkesan jadi pengecut, masih ‘buta, bisu, dan tuli’ hingga tak berani untuk memproses hukum?” ujar Hanafi.

Desakan serupa disampaikan Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandy Nasution. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan aktivitas PETI di Kotanopan secara menyeluruh.

Ridwandy menilai kasus video viral tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap dugaan jaringan pertambangan ilegal di wilayah Kotanopan dan sekitarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy Alvin Siahaan sebelumnya telah menyampaikan kepada media pada 23 Juni 2026 bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap video tersebut.

Namun, Ridwandy menilai masyarakat hingga kini belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Kasus video viral ini harus dijadikan pintu masuk untuk membongkar sindikat kejahatan lingkungan mafia tambang PWG yang selama ini dinilai arogan dan merasa kebal hukum,” tegas Ridwandy.

Ridwandy meminta polisi memeriksa berbagai informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam aktivitas PETI. Ia menekankan bahwa aparat harus mengedepankan bukti dan hasil penyelidikan sebelum menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Presidium Solidaritas Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (SIPLAH) Kabupaten Madina Ahmad Rifai meminta Polres Madina menangani kasus tersebut secara profesional dan tanpa diskriminasi.

“Aksi pamer arogansi PETI di medsos adalah pelanggaran hukum serius dan kejahatan lingkungan yang harus dijerat pasal berlapis. Jangan sampai ada kesan pelaku kebal hukum dan aparat penegak hukum justru kalah telak oleh pelaku kejahatan itu sendiri,” ujar Ahmad Rifai.

Ahmad meminta kepolisian mengambil tindakan tegas jika penyelidikan menemukan aktivitas pertambangan tanpa izin dan pelanggaran hukum lainnya. Ia juga mengingatkan potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal.

Ia mendesak Kapolres Madina memberikan penjelasan kepada publik mengenai perkembangan penyelidikan video viral tersebut.

“Pelaku video viral PETI inisial Ptr yang merupakan anak kandung PWG harus segera ditangkap dan diseret ke ranah hukum demi mengembalikan kepercayaan rakyat kepada kepolisian,” kata Ahmad.

Ahmad bersama sejumlah aktivis juga menyatakan kesiapan menggelar aksi apabila kepolisian tidak segera memberikan kejelasan mengenai penanganan kasus tersebut. Mereka meminta Polres Madina segera menunjukkan langkah konkret dalam mengusut dugaan aktivitas PETI di Kotanopan.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Madina belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan para aktivis maupun perkembangan penyelidikan video viral dugaan aktivitas PETI di Kotanopan.

Redaksi akan terus berupaya meminta konfirmasi dari pihak kepolisian dan pihak terkait untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang sesuai dengan kaidah jurnalistik.(Magrifatulloh)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *