kawankitanews.web.id– Kegiatan perpisahan siswa kelas 12 SMAN 1 Sungai Tabuk menjadi sorotan publik setelah beredar informasi bahwa acara tersebut digelar di Klub Malam Hexagon, Banjarmasin. Peristiwa ini terjadi di wilayah Sungai Tabuk dan langsung viral di media sosial.
Sejumlah orang tua murid menolak keras lokasi kegiatan yang dinilai tidak sesuai dengan lingkungan pendidikan. Mereka menilai pemilihan tempat di klub malam berpotensi memberikan dampak negatif bagi siswa dan bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan.
Salah satu orang tua, Jamhuri, secara tegas melarang anaknya untuk menghadiri acara perpisahan tersebut. Ia menyampaikan penolakannya karena menganggap lokasi kegiatan tidak pantas untuk pelajar.
“Tempat itu adalah hiburan malam untuk orang dewasa, tidak layak digunakan sebagai lokasi perpisahan siswa,” ujarnya.
Jamhuri juga mengaku telah meminta anaknya untuk menyampaikan keberatan kepada pihak sekolah atau panitia, namun hingga kini tidak mendapatkan tanggapan.
Ia menegaskan tetap mempertahankan sikapnya meski berpotensi berdampak pada administrasi sekolah.
Ia bahkan menyatakan siap datang langsung ke sekolah jika anaknya mengalami kendala dalam pengambilan rapor akibat ketidakhadiran dalam acara tersebut.
Selain Jamhuri, sejumlah orang tua lain juga dikabarkan memilih tidak mengizinkan anak mereka ikut serta dalam kegiatan tersebut, meskipun sebagian enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait polemik lokasi perpisahan tersebut. Sementara itu, perdebatan mengenai kelayakan tempat acara terus menjadi perbincangan di masyarakat dan media sosial. (red)

