kawankitanews.web.id // Aktivis dan penulis Jacob Ereste menyoroti dinamika perjuangan mahasiswa dalam menyuarakan berbagai persoalan kebangsaan.
Ia menilai gerakan mahasiswa menghadapi tantangan yang semakin berat karena belum mendapatkan dukungan kuat dari kaum buruh seperti yang pernah terjadi dalam berbagai gerakan perubahan di masa lalu.
Jacob Ereste memandang aksi dan unjuk rasa mahasiswa sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga sikap kritis sekaligus mempersiapkan diri untuk mengambil tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia meminta masyarakat tidak langsung memandang aksi mahasiswa secara negatif.
Sebaliknya, generasi tua perlu memberikan bimbingan dan arahan agar mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi secara kritis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip demokrasi.
“Jika suara mahasiswa diredam, apalagi dibungkam, hal itu dapat mematikan sikap kritis mereka dalam mempersiapkan masa depan bangsa,” ujar Jacob Ereste dalam pandangannya yang disampaikan dari Banten, 17 Juni 2026.
Jacob mengatakan generasi tua perlu memberikan ruang kepada generasi muda untuk belajar menentukan pilihan.
Ia menilai kesalahan dalam proses perjuangan merupakan bagian dari pembelajaran selama mahasiswa tetap bersedia melakukan evaluasi dan memperbaiki langkah.
Menurut Jacob, mahasiswa tidak hanya turun ke jalan untuk mengekspresikan pendapat.
Mereka juga membangun karakter, keberanian, dan kepedulian terhadap persoalan bangsa melalui berbagai aktivitas sosial dan gerakan kemahasiswaan.
Ia menilai aksi mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses pembentukan jiwa patriotisme.
Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu memberikan ruang demokrasi yang sehat agar generasi muda dapat menyampaikan kritik dan gagasan untuk memperbaiki kehidupan bangsa.
Jacob juga menyoroti hubungan antara gerakan mahasiswa dan kaum buruh.
Ia melihat kondisi saat ini berbeda dengan masa perjuangan melawan rezim Orde Baru ketika mahasiswa dan buruh mampu membangun solidaritas dalam mendorong perubahan.
Menurutnya, keterlibatan tokoh-tokoh buruh dalam lingkaran kekuasaan turut memengaruhi dinamika gerakan sosial.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat mahasiswa menghadapi tantangan lebih besar ketika ingin membangun kolaborasi dengan kelompok buruh dalam menyuarakan aspirasi publik.
“Perjuangan mahasiswa menjadi semakin berat ketika mereka tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari kaum buruh.
Padahal, kolaborasi antara mahasiswa dan buruh pernah menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan,” ungkapnya.
Meski demikian, Jacob menilai mahasiswa tetap dapat membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Aktivis, organisasi sosial, komunitas, dan kelompok masyarakat sipil dapat mengambil peran dalam mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menuduh aksi mahasiswa sebagai gerakan yang ditunggangi kepentingan asing atau kelompok politik tertentu tanpa memberikan bukti yang jelas.
Menurutnya, masyarakat perlu melihat substansi aspirasi yang mahasiswa sampaikan dan menilai setiap aksi berdasarkan fakta.
Jacob menilai munculnya aksi mahasiswa juga menunjukkan adanya aspirasi masyarakat yang belum tersalurkan secara optimal melalui lembaga perwakilan.
Karena itu, ia mendorong para wakil rakyat untuk membuka ruang dialog dan mendengarkan suara mahasiswa maupun masyarakat secara langsung.
Ia berharap pemerintah dan lembaga negara dapat melihat kritik mahasiswa sebagai bagian dari proses demokrasi.
Menurutnya, negara membutuhkan generasi muda yang berani menyampaikan pendapat dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Jacob juga mengajak generasi tua untuk mendampingi mahasiswa tanpa memaksakan kehendak.
Ia menilai generasi muda harus mendapatkan kesempatan untuk membangun gagasan dan menentukan arah perjuangannya sendiri.
Dalam pandangannya, bangsa Indonesia membutuhkan kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk menghadapi tantangan masa depan.
Mahasiswa dan buruh, kata Jacob, dapat memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi apabila mereka mampu membangun komunikasi dan solidaritas berdasarkan kepentingan rakyat.
Jacob berharap gerakan mahasiswa tetap mengedepankan etika, moral, dan tanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi.
Ia juga mendorong kaum buruh dan kelompok masyarakat lainnya untuk terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa.
Menurutnya, perjuangan membangun Indonesia yang lebih baik membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Ia meyakini generasi muda harus mendapatkan kesempatan untuk mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa tanpa kehilangan dukungan dan bimbingan dari generasi sebelumnya.(Kontributor Yacob)

