10 Agustus 2026

Cegah Gangguan Siber, Kominfo Jatim Dorong RSSA Malang Perkuat Sistem Backup Data

Keterangan foto: Kominfo Jatim dan RSSA Malang memperkuat sistem backup data untuk menghadapi ancaman siber.

kawankitanews.web.id– Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur mendorong RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang memperkuat sistem pencadangan data untuk mengantisipasi gangguan maupun serangan siber yang dapat menghambat layanan rumah sakit.

Kominfo Jatim bersama RSSA Malang membahas penguatan keamanan data digital dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Kahuripan RSSA, Jumat (7/8/2026).

Pembahasan mencakup sistem backup data, disaster recovery, pengelolaan data, serta penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Kepala Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin menegaskan bahwa keamanan data harus menjadi prioritas dalam proses transformasi digital.

Ia meminta RSSA memastikan seluruh data rumah sakit mendapatkan perlindungan yang memadai, termasuk ketika rumah sakit melibatkan pihak ketiga.

“Semua data dan informasi yang diambil oleh Rumah Sakit Saiful Anwar menjadi tanggung jawab rumah sakit sebagai pengendali data.

Karena itu, dalam kerja sama dengan pihak ketiga harus ada Non-Disclosure Agreement (NDA) yang mengatur pengembalian maupun pemusnahan data setelah kontrak berakhir,” ujar Sherlita.

Kominfo Jatim juga menawarkan fasilitas backup server yang berada di Batam serta layanan cloud untuk mendukung keberlangsungan layanan digital perangkat daerah.

Fasilitas tersebut dapat RSSA manfaatkan sebagai bagian dari strategi pencadangan data.

“Kami siap membantu. Rumah sakit dapat memanfaatkan fasilitas backup yang sudah kami siapkan. Yang terpenting adalah memastikan data tetap aman dan layanan tetap berjalan apabila terjadi gangguan maupun serangan siber,” katanya.

Sherlita menilai pencadangan data tidak boleh dianggap sebagai langkah tambahan.

Menurutnya, setiap instansi yang mengelola data penting perlu menyiapkan sistem backup dan disaster recovery agar dapat memulihkan layanan ketika terjadi gangguan.

Ia mencontohkan salah satu perangkat daerah di Jawa Timur yang pernah mengalami serangan siber hingga seluruh servernya terdampak.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya menyiapkan sistem cadangan yang dapat digunakan ketika sistem utama mengalami gangguan.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA Malang Dr. Kurniawan Hary Putranto mengatakan, rumah sakit menyambut baik dukungan Kominfo Jatim dalam memperkuat infrastruktur pencadangan data.

Kurniawan mengatakan sebagian data Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSSA saat ini telah memanfaatkan fasilitas cloud yang Kominfo Jatim fasilitasi.

“Yang ingin kami percepat adalah proses pengadaan barang dan jasa. Titik krusialnya sering kali berada pada proses tanda tangan.

Ada kalanya pejabat yang harus menandatangani sedang berada di luar daerah bahkan di luar negeri sehingga proses administrasi menjadi tertunda,” ujar Kurniawan.

Selain memperkuat backup data, RSSA juga mendorong penerapan TTE untuk mempercepat proses administrasi.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan dalam proses penandatanganan dokumen tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Kurniawan menambahkan, RSSA akan menghitung kebutuhan kapasitas penyimpanan data, jaringan internet, serta pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Perhitungan tersebut akan membantu rumah sakit menentukan kebutuhan sistem digital yang lebih optimal.

Melalui koordinasi tersebut, Kominfo Jatim dan RSSA Malang berupaya membangun sistem perlindungan data yang lebih kuat.

Penguatan backup dan disaster recovery diharapkan mampu menjaga ketersediaan data sekaligus memastikan layanan digital rumah sakit tetap berjalan ketika terjadi gangguan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kedua pihak untuk memperkuat keamanan data digital dan mendukung pelayanan kesehatan yang aman, cepat, serta berkelanjutan bagi masyarakat.(Fajar)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *