kawankitanews.web.id – Penurunan angka kejahatan jalanan di Kota Medan mulai dirasakan langsung oleh para pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari beraktivitas di berbagai wilayah kota.
Kondisi keamanan yang semakin membaik membuat para pengemudi merasa lebih nyaman saat bekerja, bahkan hingga larut malam.
Ketua Forum Komunikasi Mitra Pengemudi Online Indonesia (Forkompi) Sumatera Utara, David Bangar, menyatakan bahwa para pengemudi ojol merasakan dampak positif dari upaya Polrestabes Medan dalam menekan angka kriminalitas jalanan.
Menurut David, keberhasilan Polrestabes Medan menurunkan angka kejahatan jalanan hingga 15 persen atau setara dengan 497 kasus menjadi bukti nyata meningkatnya keamanan di tengah masyarakat.
Selain itu, aparat kepolisian juga berhasil meningkatkan pengungkapan kasus narkoba hingga 53 persen atau sebanyak 399 kasus dibandingkan periode sebelumnya.
“Kami yang bekerja di jalanan selama 24 jam sangat merasakan perubahan situasi keamanan. Saat ini pengemudi lebih tenang saat mengantar penumpang maupun pesanan, terutama pada malam hingga dini hari,” ujar David kepada wartawan, Senin (1/6).
Ia menambahkan, para pengemudi ojol selama ini menjadi salah satu kelompok yang rentan menghadapi tindak kriminal karena sebagian besar aktivitas kerja dilakukan di ruang publik dan berlangsung sepanjang hari.
Karena itu, peningkatan keamanan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan dan produktivitas mereka.
David juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak beserta seluruh jajaran yang terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan.
Sementara itu, Polrestabes Medan terus memperkuat upaya pemberantasan kejahatan melalui patroli rutin, operasi khusus, serta penguatan Tim JCS yang dibentuk sejak Desember 2025.
Tim tersebut berperan aktif dalam mencegah sekaligus mengungkap berbagai kasus kriminal yang meresahkan masyarakat.
Dalam kurun waktu 36 hari, mulai 24 April hingga 29 Mei 2026, Polrestabes Medan juga mengambil tindakan tegas terhadap 37 pelaku kejahatan jalanan yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas.
Kapolrestabes Medan menjelaskan bahwa penurunan angka kriminalitas menunjukkan efektivitas strategi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan menekan 497 kasus kejahatan jalanan berarti ratusan potensi tindak kriminal berhasil dicegah sebelum menimbulkan korban.
Selain menekan kejahatan jalanan, Polrestabes Medan baru-baru ini juga berhasil menyita 135 unit kendaraan bermotor dari delapan gudang penyimpanan yang berada di kawasan Tembung, Batang Kuis, dan Percut Sei Tuan.
Penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengungkap berbagai tindak pidana yang berkaitan dengan kendaraan hasil kejahatan.
Keberhasilan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, termasuk para pengemudi ojol yang berharap situasi keamanan di Kota Medan terus terjaga sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif.(Red)

