13 Juni 2026

Pengembangan Transportasi Publik Jadi Strategi DPRD Jatim Tekan Konsumsi BBM

Keterangan foto: Cahyo Harjo Prakoso menilai pengembangan transportasi publik terintegrasi menjadi langkah efektif untuk menekan konsumsi BBM dan meningkatkan efisiensi energi.

kawankitanews.web id– DPRD Jawa Timur menjadikan pengembangan transportasi publik sebagai salah satu strategi utama untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Langkah tersebut dinilai mampu mendukung program penghematan energi nasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa pemerintah perlu terus memperkuat sistem transportasi umum yang terintegrasi agar masyarakat memiliki alternatif transportasi yang lebih efektif dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Cahyo, tingginya penggunaan kendaraan pribadi masih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan konsumsi BBM terus meningkat.

Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan layanan transportasi publik yang nyaman, aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pengembangan transportasi publik menjadi langkah strategis untuk mengurangi konsumsi BBM.

Ketika masyarakat memiliki akses transportasi yang baik, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi akan berkurang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak negara maju berhasil membangun sistem transportasi yang efisien dengan mengandalkan integrasi berbagai moda transportasi.

Sistem tersebut memungkinkan masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya dengan mudah sehingga perjalanan menjadi lebih cepat dan efisien.

Cahyo menilai Surabaya mulai menunjukkan perkembangan yang positif dalam sektor transportasi publik.

Kehadiran berbagai layanan angkutan umum yang semakin terintegrasi memberikan pilihan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat perkotaan.

Meski demikian, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan transportasi publik hingga ke kawasan permukiman dan wilayah penyangga.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Selain pengembangan transportasi publik, Cahyo juga mengapresiasi sejumlah kebijakan daerah yang mendorong penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi harian.

Menurutnya, penggunaan sepeda tidak hanya membantu menghemat energi, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

“Penggunaan sepeda dapat menjadi bagian dari budaya hemat energi.

Selain mengurangi penggunaan BBM, masyarakat juga memperoleh manfaat kesehatan dari aktivitas tersebut,” katanya.

Cahyo menambahkan bahwa upaya efisiensi energi tidak harus selalu dilakukan melalui kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Pemerintah masih memiliki banyak pilihan kebijakan lain yang dapat diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara program penghematan energi dan efektivitas pelayanan publik.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

DPRD Jawa Timur berharap pengembangan transportasi publik dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan konsumsi energi yang terus meningkat.

Selain menekan penggunaan BBM, kebijakan tersebut juga berpotensi mengurangi kemacetan, menurunkan emisi kendaraan, dan memperkuat ketahanan energi daerah.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan integrasi layanan yang semakin baik, DPRD Jatim optimistis transportasi publik akan menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus menjadi instrumen penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang modern, efisien, dan berkelanjutan.(Fajar)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *