kawankitanews.web.id – Pemerintah Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama tahun anggaran 2026 sebagai upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Penyaluran bantuan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kota Batu, Rabu (06/05/2026), dan diberikan kepada 50 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data secara faktual.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp450 ribu untuk periode Januari hingga Maret 2026, dengan rincian Rp150 ribu per bulan.
Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi.
Kepala Desa Kota Batu, Ratna Wulansari, mengatakan pemerintah desa melakukan seleksi penerima secara ketat
agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diterima warga yang membutuhkan.
“Dengan mufakat dalam musyawarah bersama Ketua RT, RW, dan BPD,
Pemdes Kota Batu Ciomas menyalurkan BLT Dana Desa 2026 kepada warga penerima manfaat.kami mencari warga yang benar-benar memenuhi kriteria penerima BLT DD, seperti lansia, tunadaksa, dan warga yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.
Ia menjelaskan jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami penyesuaian setelah pemerintah desa melakukan verifikasi ulang terhadap data warga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan dana desa berjalan sesuai prinsip kehati-hatian dan aturan yang berlaku.
Ratna berharap bantuan tunai tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan utama sehari-hari, termasuk kebutuhan pendidikan anak.
“Semoga bantuan ini bisa digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan membantu biaya sekolah anak-anak,” katanya.
Penyaluran BLT Dana Desa dilakukan secara terbuka dan transparan dengan melibatkan perangkat desa serta pendamping desa.
Pemerintah desa juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme agar bantuan diterima masyarakat yang benar-benar layak.
Pemdes Kota Batu menilai program BLT Dana Desa masih menjadi salah satu bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat,
terutama bagi warga miskin ekstrem dan kelompok rentan di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Meski alokasi dana desa mengalami penyesuaian, pemerintah desa tetap berupaya mempertahankan program BLT sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan upaya mengurangi beban ekonomi warga kurang mampu.(Bambang Saputro. ST .gr)

