8 Agustus 2026

Krisis Moral Jadi Sorotan, Jacob Ereste Serukan Penguatan Ekonomi Berbasis Pancasila

Jacob Ereste menyerukan penguatan ekonomi berbasis Pancasila dan semangat gotong royong.

kawankitanews.web.id – Penulis dan pemerhati sosial Jacob Ereste menyoroti persoalan krisis moral yang menurutnya turut menghambat upaya Indonesia membangun sistem ekonomi yang berkeadilan. Ia menyerukan penguatan ekonomi berbasis Pancasila dengan mengedepankan keberanian, kejujuran, kebersihan moral, dan keikhlasan.

Jacob menilai Indonesia membutuhkan keberanian untuk membangun sistem ekonomi yang mampu menghadirkan kesejahteraan secara merata. Menurutnya, konsep ekonomi Pancasila yang pernah digagas para pemikir ekonomi Indonesia maupun pemikiran Bung Hatta masih relevan untuk menjadi pijakan pembangunan nasional.

Namun, ia melihat persoalan etika, moral, dan akhlak menjadi tantangan serius dalam menjalankan gagasan tersebut. Jacob menilai masyarakat dan pemerintah perlu memperbaiki kualitas moral agar pembangunan tidak justru memperbesar kerusakan sosial dan menambah beban masyarakat.

Menurut Jacob, cita-cita menciptakan masyarakat yang adil dan makmur tidak boleh berhenti sebagai slogan. Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan harus pemerintah dan masyarakat bangun secara bersama, bukan hanya untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.

Jacob mengkritik berkembangnya sikap individualistik yang menurutnya semakin menjauhkan masyarakat dari semangat kebersamaan. Ia mendorong penguatan prinsip koperasi dan gotong royong sebagai bagian dari karakter sosial masyarakat Indonesia.

Ia menilai semangat gotong royong memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, pembangunan ekonomi perlu mengutamakan kepentingan bersama dan memberikan ruang yang adil bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi.

Jacob juga menyoroti pelaksanaan sejumlah program pemerintah. Ia menilai program seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga Universitas Republik Indonesia memiliki tujuan yang baik. Namun, ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan awal.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang kritik dan pengawasan masyarakat. Ia menilai kritik publik bukan hambatan pembangunan, melainkan bagian penting dari kontrol sosial untuk memastikan setiap program berjalan transparan dan tepat sasaran.

Jacob mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima kebijakan tanpa memberikan pengawasan. Ia mendorong masyarakat ikut berpartisipasi dalam mengawal pembangunan melalui kritik yang konstruktif dan berbasis kepentingan bersama.

“Pembangunan untuk negeri dan bangsa ini harus dilakukan bersama, meski tidak semua harus mengaduk semen dan menegakkan tiang beton,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti praktik kepentingan pribadi dan kelompok yang berpotensi memengaruhi kebijakan publik. Menurut Jacob, pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat luas dalam setiap proses pembangunan.

Jacob berpandangan bahwa pembangunan Indonesia seharusnya mengarah pada kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan. Ia menilai ketiga prinsip tersebut membutuhkan komitmen nyata dari seluruh elemen bangsa.

Selain ekonomi, Jacob juga mendorong penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Ia menilai masyarakat perlu menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan tidak sekadar menjadikannya sebagai simbol dalam kegiatan seremonial.

Menurutnya, penguatan nilai Pancasila harus berjalan seiring dengan perbaikan moral dan etika. Pemerintah dan masyarakat perlu membangun budaya kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Jacob berharap Indonesia dapat mengembangkan sistem ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial. Ia menilai semangat koperasi dan gotong royong dapat menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berkeadilan membutuhkan keberanian untuk memperbaiki sistem, kejujuran dalam menjalankan kebijakan, serta keikhlasan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Dengan memperkuat nilai-nilai Pancasila, meningkatkan pengawasan publik, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong, Jacob berharap Indonesia mampu membangun ekonomi yang lebih mandiri sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang adil bagi seluruh masyarakat.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *