Kasus Pengeroyokan di Amuntai, Oknum Pegawai PMD HSU dan Keluarga Serang Pasutri

Polisi mengamankan TKP pengeroyokan di Sungai Malang, Amuntai, serta memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku.
Polisi mengamankan TKP pengeroyokan di Sungai Malang, Amuntai, serta memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap pelaku.

kawankitanews.web.id – Aparat kepolisian mengusut kasus pengeroyokan yang terjadi di Kompleks CPS, Kelurahan Sungai Malang, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Dalam peristiwa tersebut, seorang pasangan suami istri menjadi korban serangan yang diduga dilakukan oleh satu keluarga, termasuk seorang oknum pegawai pemerintah.

Penyidik dari Polres Hulu Sungai Utara langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengamankan rekaman CCTV sebagai bahan pendalaman kasus.

Oknum Pegawai PMD Ikut Diperiksa

Polisi memeriksa seorang pria berinisial MFS yang diketahui bekerja sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten HSU. Selain MFS, polisi juga memeriksa ayah dan adiknya yang diduga ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Hulu Sungai Utara membenarkan status kepegawaian MFS dan menyatakan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Keributan Berawal dari Cekcok

Ketua RT 20 Kelurahan Sungai Malang, H. Fakhrurazi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari cekcok mulut antara kedua pihak pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Ia mengatakan situasi kemudian memanas hingga para terduga pelaku melakukan pengeroyokan secara bersama-sama terhadap pasangan suami istri tersebut.

“Awalnya hanya adu mulut, lalu berubah menjadi pengeroyokan,” ujar Fakhrurazi.

Korban Mengalami Luka-Luka

Akibat kejadian itu, korban Gusti Jaya dan Rahmawati mengalami luka-luka. Korban Gusti Jaya mengalami memar di beberapa bagian tubuh dan harus mendapatkan perawatan medis.

Pihak keluarga korban menuntut agar aparat penegak hukum memproses kasus ini secara adil tanpa memandang status salah satu terduga pelaku sebagai aparatur pemerintah.

Polisi Dalami Peran Pelaku

Hingga saat ini, penyidik Polres Hulu Sungai Utara masih mendalami motif dan peran masing-masing terduga pelaku dalam insiden tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan bukti tambahan untuk memperkuat proses penyidikan.

Ketiga terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres HSU untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.(Herman)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *