kawankitanews.web.id// Otoritas kesehatan internasional memperketat penanganan setelah kapal pesiar MV Hondius terkonfirmasi terpapar wabah hantavirus yang menewaskan sejumlah penumpang.
Petugas medis dan lembaga pengawas kesehatan kini melakukan pelacakan terhadap penumpang lintas negara yang pernah berada di kapal tersebut.
Tim kesehatan melaporkan bahwa wabah tersebut telah menyebabkan sedikitnya tiga penumpang meninggal dunia.
Selain itu, beberapa penumpang lainnya mengalami gejala infeksi dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Otoritas pelayaran dan kesehatan dunia segera berkoordinasi untuk menelusuri seluruh penumpang yang turun dari kapal di berbagai pelabuhan internasional.
Mereka mengidentifikasi bahwa penumpang yang terdampak berasal dari sedikitnya 12 negara, sehingga proses pelacakan dilakukan secara lintas batas.
Kapal berbendera Belanda yang dioperasikan Oceanwide Expeditions tersebut diketahui tengah melakukan perjalanan dari Amerika Selatan menuju Kepulauan Canary, Spanyol.
Petugas kemudian menduga penularan mulai terjadi saat kapal masih berada di tengah pelayaran.
Lebih dari 30 penumpang meninggalkan kapal ketika MV Hondius singgah di Pulau St. Helena pada 24 April 2026.
Saat itu, pihak kapal belum mengonfirmasi adanya wabah yang sedang berkembang di dalam kapal.
Tim investigasi kesehatan menduga sumber awal penularan berasal dari pasangan wisatawan asal Belanda yang sebelumnya melakukan perjalanan pengamatan burung di Argentina sebelum bergabung dalam pelayaran.
Petugas kemudian menelusuri riwayat perjalanan pasangan tersebut untuk mengungkap pola penyebaran virus.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa virus yang menyebar merupakan strain Andes dari hantavirus. Para ahli menjelaskan bahwa jenis ini dapat menular antarmanusia, berbeda dengan sebagian besar hantavirus lain yang biasanya hanya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat terinfeksi.
Otoritas kesehatan internasional terus memperluas pelacakan dan meningkatkan pengawasan di berbagai titik pelabuhan. Mereka juga mengimbau seluruh penumpang yang pernah berada di kapal untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyebaran lebih lanjut.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan investigasi untuk memastikan sumber utama wabah serta menghentikan potensi penyebaran di jalur pelayaran internasional.(Red)

