kawankitanews.web.id – Forum Jurnalis Independen (ForJis) menjadwalkan diskusi publik bertajuk “Pertarungan Politik dalam Skenario Rencana Kerusuhan Bulan Agustus” pada Jumat (7/8/2026) ba’da salat Jumat di Coffee Mas Miskun, Jalan Percetakan Negara No. 15, Paseban, Jakarta Pusat. Pengamat sosial dan budaya Jacob Ereste menilai forum tersebut menjadi ruang yang tepat untuk mengkaji berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat secara terbuka, objektif, dan bertanggung jawab.
Jacob Ereste mengatakan masyarakat perlu menyikapi berbagai informasi mengenai dinamika politik dan keamanan dengan kepala dingin. Ia mengingatkan publik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi maupun spekulasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Menurut Jacob, meningkatnya perhatian publik terhadap langkah pengamanan di sejumlah kawasan strategis, termasuk pusat perbelanjaan dan gedung-gedung tertentu di beberapa kota, telah memunculkan beragam persepsi. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap kritis dengan mengutamakan informasi yang berasal dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, masyarakat harus tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu tanpa didukung fakta yang jelas,” ujar Jacob.
Ia menilai diskusi yang digelar ForJis dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai perspektif dari kalangan akademisi, pengamat, dan aktivis sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu-isu yang sedang berkembang.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Muzakkir Djabir selaku Staf Ahli DPD RI, pengamat kebijakan dan intelijen Amur Hamzah, SH, aktivis Buyung Ishak, SH, Direktur Duri Institut Agung Marsudi, serta Sopian Kasim, SH., MH dari Kelompok Studi Wawasan Nusantara.
Selain membahas dinamika politik dan keamanan, Jacob juga mengapresiasi berbagai kegiatan masyarakat yang mengisi Bulan Kemerdekaan dengan doa bersama, zikir, dan shalawat sebagai bentuk ikhtiar menjaga persatuan serta kedamaian bangsa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Jacob menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga suasana tetap kondusif. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog, menghormati perbedaan pendapat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Forum diskusi harus menjadi sarana bertukar gagasan dan memperkuat literasi publik, bukan ruang untuk memperbesar spekulasi. Masyarakat perlu tetap tenang, kritis, dan mengedepankan persatuan dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang,” pungkas Jacob Ereste.(Kontributor Yacob)

