11 Oktober 2026

Gus Salam Titip Pesan kepada Gus Kikin: Kembali ke Qanun Asasi dan Satukan NU

Gus Salam menitipkan pesan kepada Gus Kikin untuk menyatukan NU dan kembali pada Qanun Asasi.

kawankitanews.web.id– KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menyampaikan pesan kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031. Ia mendorong Gus Kikin kembali menghidupkan nilai Qanun Asasi sekaligus menyatukan seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

Gus Salam menyampaikan pesan tersebut melalui catatan berjudul “Selamat Berkhidmah Gus Kikin, Mari Wujudkan Rekonsiliasi Total”. Ia mengajak seluruh warga NU menerima hasil Muktamar ke-35 dengan sikap legawa dan dewasa dalam menjalankan khidmah di lingkungan jam’iyyah.

Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Gus Salam, pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang dan cucu KH M. Bishri Syansuri, salah satu pendiri NU, menyampaikan ucapan selamat kepada Gus Kikin.

“Selamat menjalankan amanat kepercayaan dari warga Nahdliyyin kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kemudahan untuk berkhidmah dalam menjalankan tanggung jawab besar jam’iyyah Nahdlatul Ulama di awal abad kedua,” tulis Gus Salam.

Gus Salam Dorong Rekonsiliasi

Gus Salam menilai proses menuju Muktamar ke-35 NU menguras banyak energi. Ia mengakui dinamika muktamar berjalan dengan berbagai perbedaan dan gejolak.

Namun, ia mengajak seluruh pihak menjadikan berakhirnya muktamar sebagai momentum untuk memperkuat persatuan.

Gus Salam meminta Gus Kikin mengkonkretkan rekonsiliasi melalui kepemimpinan, kebijakan, dan tata kelola PBNU.

“Secara pribadi saya ingin, Rekonsiliasi Total itu bisa dikonkritkan dalam kepemimpinan, kebijakan dan tata kelola PBNU. Tidak ada lagi polarisasi di dalam kepengurusan. Semua harus kembali satu barisan, satu arah, dan satu jalan untuk Nahdlatul Ulama yang berdaulat,” tulisnya.

Menurut Gus Salam, rekonsiliasi total tidak boleh berhenti sebagai jargon. Ia menilai NU terlalu besar dan memiliki sejarah panjang sehingga tidak boleh terpecah akibat ego kelompok maupun kepentingan sesaat.

Ia mengajak seluruh pihak menjahit kembali luka-luka yang muncul dalam kehidupan berjam’iyyah melalui silaturahmi, kebersamaan, serta komitmen mengutamakan kemaslahatan jam’iyyah dan jamaah.

Kembali kepada Qanun Asasi

Gus Salam juga menyoroti tagline perjuangan Gus Kikin, yakni “Kembali ke Qanun Asasi”.

Menurutnya, Qanun Asasi tidak sekadar menjadi dokumen organisasi. Ia melihatnya sebagai landasan yang memuat nilai keilmuan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan yang diwariskan para pendiri NU.

Gus Salam menyebut sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan NU, seperti Syaikhona Muhammad Kholil al-Bangkalani, KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri.

Ia menilai tagline “Kembali ke Qanun Asasi” memiliki arah yang sejalan dengan gagasan menghidupkan kembali ruh perjuangan para pendiri NU.

Menurutnya, NU perlu kembali menjadi jam’iyyah yang mengutamakan khidmah dan adab, menjaga pesantren, serta mengayomi umat.

“Bagaimana kita kembali menjadi jam’iyyah yang khidmah, yang mengutamakan adab, yang menjaga pesantren, dan yang mengayomi umat,” tulisnya.

Gus Salam juga mengajak seluruh elemen NU menghidupkan kembali ruhul ma’had, ruhul jihad, dan ruhul khidmah dalam menjalankan kehidupan berjam’iyyah.

Satukan NU Setelah Muktamar

Gus Salam menegaskan bahwa siapapun yang memimpin dan siapapun yang sebelumnya memberikan dukungan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga NU.

Ia meminta seluruh warga NU menghidupkan kembali nilai dan semangat Mukadimah Qanun Asasi yang ditanamkan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari sebagai landasan berjam’iyyah.

“Sekarang, saatnya dikonkritkan bersama. Siapapun yang memimpin, siapapun yang mendukung, semua punya tanggung jawab yang sama: menghidupkan kembali nilai dan semangat Mukadimah Qonun Asasi li Nahdlatul Ulama,” tulis Gus Salam.

Ia kemudian menyerukan semangat “Satu Nawaitu dan Satu Khidmah Untuk Kedaulatan NU”.

Gus Salam menyatakan dukungannya kepada Gus Kikin agar membawa PBNU kembali kepada nilai dan semangat Mukadimah Qanun Asasi NU.

“Sebagai warga NU, sebagai santri, sebagai kader penggerak, sebagai bagian dari keluarga besar jam’iyyah, saya sampaikan kami mendukung kepemimpinan Gus Kikin untuk kembali pada nilai dan semangat Mukadimah Qonun Asasi NU. Selamat berkhidmah dan menjaga amanah jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.(Red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *