kawankitanews.web.id — Forum diskusi rutin Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia kembali menghasilkan gagasan strategis yang mendorong lahirnya konsep diplomasi spiritual global. Gagasan ini muncul dari rangkaian pertemuan rutin yang digelar setiap Senin-Kamis atau Kamis-Senin di Jakarta sejak 2024.
Penulis dan pengamat sosial Jacob Ereste menegaskan bahwa diskusi nonformal GMRI tidak hanya membahas isu sosial dan kebangsaan, tetapi juga merumuskan arah pemikiran baru tentang peradaban dunia berbasis nilai spiritual dan moral.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat GMRI, Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jakarta Pusat, para peserta aktif membahas berbagai isu, mulai dari kebijakan publik, dinamika sosial, hingga tantangan moral masyarakat modern. Diskusi berlangsung tanpa protokoler formal, namun tetap fokus pada substansi gagasan.
GMRI membangun pola komunikasi yang khas dengan menciptakan suasana dialog terbuka. Para anggota secara aktif mengajukan pendapat, mengkritisi gagasan, dan mengembangkan pemikiran secara kolektif. Forum ini juga mendorong setiap peserta untuk berkontribusi dalam membangun narasi peradaban yang lebih beretika.
Selain membahas isu sosial, GMRI merumuskan gagasan diplomasi spiritual global sebagai upaya memperluas peran Indonesia dalam percaturan dunia. Konsep ini menekankan pentingnya pendekatan moral dan spiritual dalam hubungan antarbangsa.
Jacob Ereste menilai, gagasan tersebut lahir dari kesadaran kolektif untuk membangun peradaban yang lebih humanis. Ia menyebut, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan nilai spiritual dunia melalui budaya, sejarah, dan tradisi yang kuat.
“Diskusi GMRI mengarah pada upaya membangun peradaban yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga matang secara spiritual,” ujarnya.
GMRI juga mendorong penguatan silaturahmi dengan berbagai lembaga, ormas, serta tokoh nasional dan internasional untuk memperluas jangkauan gagasan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu membuka ruang dialog global berbasis nilai kemanusiaan.
Selain itu, GMRI menilai Indonesia memiliki peluang untuk tampil sebagai mercu suar peradaban dunia melalui kekayaan budaya dan warisan sejarah seperti candi-candi di Jawa dan Sumatra. Potensi ini dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi budaya dan spiritual internasional.
Forum tersebut juga mengembangkan gagasan lanjutan berupa penguatan nilai etika global serta pembentukan ruang dialog lintas bangsa yang berlandaskan moralitas.
Dengan konsistensi diskusi rutin yang telah berjalan sejak 2024, GMRI berharap konsep diplomasi spiritual global dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi pembentukan peradaban dunia yang lebih beradab, damai, dan berkelanjutan.(Kontributor banten yacob)

