Buku Asah, Asih, Asuh Ungkap Pemikiran Kritis Sri Edi Swasono tentang Pendidikan dan Ekonomi Kerakyatan

Sri Edi Swasono menekankan gagasan pendidikan berkarakter dan ekonomi kerakyatan dalam buku Asah, Asih, Asuh.

kawankitanews.web.id  – Buku bunga rampai Asah, Asih, Asuh memuat pemikiran kritis Prof. Dr. Sri Edi Swasono yang menyoroti keterkaitan antara pendidikan nasional dan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Karya ini menghadirkan gagasan yang menekankan pentingnya kedaulatan bangsa dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

Sri Edi Swasono melalui tulisan-tulisannya dalam buku tersebut mengkritisi arah pembangunan nasional yang dinilai terlalu mengikuti arus globalisasi tanpa memperkuat basis ekonomi rakyat.

Ia menegaskan bahwa negara perlu memperkuat sektor rakyat kecil, termasuk petani dan pelaku ekonomi lokal, sebagai fondasi utama kemandirian bangsa.(20 Mei 2026)

Dalam Asah, Asih, Asuh, Sri Edi Swasono juga menekankan bahwa pendidikan nasional harus membentuk manusia Indonesia yang berkarakter, berdaulat, dan memiliki kepedulian sosial.

Ia mendorong sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas sosial.

Ia mengaitkan konsep “asah, asih, asuh” sebagai dasar etika pendidikan yang harus diterapkan secara konsisten. Menurutnya, pendidikan harus mengasah kemampuan intelektual, menumbuhkan kasih sayang antar sesama,

“serta mengasuh generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya bangsa.

Selain itu, Sri Edi Swasono mengkritisi ketimpangan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia.

Ia menilai bahwa ekonomi kerakyatan harus menjadi fokus utama pembangunan agar hasil pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Buku ini juga memperlihatkan konsistensi pemikiran Sri Edi Swasono dalam memperjuangkan kedaulatan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa pendidikan dan ekonomi tidak dapat dipisahkan,

karena keduanya menjadi pilar utama dalam membangun kemandirian bangsa.

Melalui Asah, Asih, Asuh, Sri Edi Swasono kembali mengingatkan pentingnya arah pembangunan nasional yang berpihak pada rakyat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

(Kontributor Banten jacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *