kawankitanews.web.id — Kuasa hukum Guntur Sahputra membantah keras isu yang mengaitkan kliennya dengan peristiwa penganiayaan di kawasan Jermal, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa berbagai pemberitaan yang beredar tidak memiliki dasar fakta yang jelas dan telah membentuk opini publik yang merugikan.
Kuasa hukum menyatakan bahwa sejumlah informasi yang beredar di media sosial dan media daring telah menyeret nama Guntur Sahputra tanpa bukti hukum yang kuat.
Mereka menilai kondisi tersebut telah berkembang menjadi bentuk kriminalisasi melalui opini publik.
Dalam pernyataannya, kuasa hukum menjelaskan bahwa kliennya tidak terlibat dalam bentuk apa pun terhadap peristiwa yang terjadi.
Mereka menegaskan bahwa Guntur Sahputra tidak berada di lokasi kejadian, tidak mengetahui peristiwa tersebut, serta tidak memiliki hubungan dengan pihak mana pun yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami melihat adanya upaya menggiring opini yang seolah-olah mengaitkan klien kami dengan kejadian tersebut. Padahal, tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan keterlibatan beliau,” ujar kuasa hukum.
Kuasa hukum juga menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi telah memperburuk situasi dan mencoreng nama baik kliennya di ruang publik.
Mereka meminta seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama yang belum dikonfirmasi oleh aparat penegak hukum.
Selain itu, pihak kuasa hukum menegaskan bahwa mereka akan mempertimbangkan langkah hukum apabila penyebaran informasi yang dianggap mencemarkan nama baik tersebut terus berlanjut.
“Kami akan mengambil langkah tegas apabila tuduhan ini terus digulirkan tanpa dasar yang jelas dan merugikan klien kami,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa penganiayaan di Jermal yang diduga dipicu oleh konflik perebutan lahan. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengungkap pelaku dalam kasus tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang mengaitkan Guntur Sahputra dengan insiden yang terjadi.(Rizky)

