kawankitanews.web.id– Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam DPP Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Riau menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau, Selasa (19/5/2026).
Dalam aksi tersebut, massa mendesak OJK bersikap transparan dan tegas dalam mengusut dugaan kredit fiktif di tubuh BRK Syariah yang dinilai mencederai integritas sistem perbankan serta menurunkan kepercayaan publik.
Sekitar 50 peserta aksi menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui orasi di depan kantor OJK. Mereka meminta lembaga pengawas jasa keuangan itu tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan berintegritas.
DPP GMPR menilai dugaan kredit fiktif tersebut tidak dapat dianggap sebagai persoalan administratif biasa karena berpotensi mengandung unsur tindak pidana yang merugikan keuangan dan tata kelola perbankan daerah.
Selain itu, massa aksi juga mempertanyakan pemecatan eks Pimpinan Kandis berinisial RW. Mereka meminta penjelasan terbuka apakah pemberhentian tersebut murni sanksi internal atau berkaitan dengan dugaan tindak pidana.
Dalam hearing lapangan, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) OJK Provinsi Riau, M. Taufik, menyampaikan apresiasi terhadap aksi yang dilakukan secara demokratis oleh mahasiswa dan pemuda.
Pihak OJK Provinsi Riau menyatakan akan menindaklanjuti dugaan kredit fiktif tersebut dan berkomitmen berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta pihak terkait dalam proses penanganannya.
Menurut pihak OJK, persoalan tersebut juga tidak terlepas dari dugaan tindak pidana yang perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.
DPP GMPR kemudian memberikan ultimatum kepada OJK Provinsi Riau agar menunjukkan langkah konkret dalam waktu 3×24 jam.
Apabila tidak ada tindak lanjut yang dinilai jelas dan transparan, mereka mengaku siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Jangan sampai OJK kehilangan marwah sebagai lembaga pengawas. Ketika pengawasan lemah, maka ruang bagi praktik dugaan kredit fiktif akan terus tumbuh dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem perbankan daerah,” tegas salah satu perwakilan massa aksi.
Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Massa berharap OJK segera mengambil langkah tegas guna menjaga integritas perbankan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan daerah.(Kontributor margifatulloh)

