8 Agustus 2026

Dugaan Suap Aktivis Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi, Jacob Ereste Minta Hukuman Tegas

Keterangan foto: Jacob Ereste mendesak aparat mengusut tuntas dugaan suap terhadap aktivis mahasiswa dan menindak tegas seluruh pihak yang terbukti terlibat.

kawankitanews.web.id – Pengamat sosial Jacob Ereste menilai dugaan suap terhadap aktivis mahasiswa menjadi alarm serius bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan menjatuhkan hukuman tegas kepada seluruh pihak yang terbukti terlibat, baik pemberi maupun penerima suap.

Jacob menegaskan, praktik suap yang diduga menyasar kalangan mahasiswa tidak hanya berpotensi merusak integritas gerakan mahasiswa, tetapi juga mengancam masa depan demokrasi.

Menurutnya, mahasiswa selama ini dikenal sebagai kelompok yang menjaga idealisme serta menjadi penyambung aspirasi masyarakat.

Ia menyoroti informasi yang beredar mengenai dugaan pemberian uang kepada sejumlah mahasiswa untuk memengaruhi arah aksi demonstrasi.

Menurut Jacob, aparat penegak hukum harus mengusut kasus tersebut secara menyeluruh hingga menemukan pihak yang merancang, melaksanakan, dan mendanai dugaan praktik tersebut.

“Jika dugaan itu benar, proses hukum tidak boleh berhenti pada penerima. Pemberi, konseptor, dan penyandang dana juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Jacob dalam keterangannya.

Jacob menilai budaya suap, korupsi, dan politik uang telah berkembang semakin luas sehingga mulai mengancam lingkungan akademik.

Ia mengingatkan bahwa apabila praktik tersebut dibiarkan, kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa akan terus menurun.

Menurutnya, mahasiswa harus tetap menjaga independensi dan tidak menjadikan gerakan perjuangan sebagai alat transaksi politik ataupun kepentingan kelompok tertentu.

Ia berharap organisasi kemahasiswaan terus mempertahankan idealisme sebagai kekuatan moral dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Jacob juga menegaskan bahwa hukuman berat perlu diberikan kepada pihak yang terbukti menyuap karena mereka menjadi aktor utama yang berupaya memengaruhi sikap kritis mahasiswa melalui imbalan materi.

Sementara itu, mahasiswa yang terbukti menerima suap juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya agar memberikan efek jera.

Ia menilai dugaan kasus tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap praktik-praktik yang berpotensi mencederai independensi dunia pendidikan dan gerakan mahasiswa.

Jacob berharap aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Menurutnya, penegakan hukumyang adil akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Jacob Ereste di Cengkareng, Jakarta, pada 24 Juni 2026 sebagai tanggapan atas mencuatnya dugaan praktik suap yang disebut melibatkan aktivis mahasiswa.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *