kawankitanews.web.id – Pengamat sosial, politik, dan demokrasi Jacob Ereste menegaskan bahwa idealisme mahasiswa harus tetap dijaga dari berbagai kepentingan praktis yang berpotensi menggeser fungsi mereka sebagai intelektual muda dan agen perubahan.
Dalam pernyataan tertulisnya di Tangerang, Kamis (25/6/2026), Jacob mengatakan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu menjaga independensi gerakan mahasiswa agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang harus tetap memegang teguh idealisme, integritas, dan keberanian menyampaikan aspirasi rakyat tanpa dipengaruhi kepentingan sesaat,” kata Jacob.
Ia menilai aksi mahasiswa merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang dijamin konstitusi.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum menjadi salah satu sarana kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan maupun lembaga legislatif.
Jacob mengingatkan agar masyarakat tidak mudah memberikan penilaian bahwa setiap gerakan mahasiswa selalu ditunggangi kepentingan tertentu.
Ia berpendapat, setiap aksi harus dilihat berdasarkan substansi tuntutan dan tujuan yang diperjuangkan.
Meski demikian, Jacob juga menilai apabila terdapat dugaan pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik atau kepentingan lain di luar aspirasi publik, maka persoalan tersebut perlu diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Apabila ada pihak yang benar-benar berupaya merusak independensi gerakan mahasiswa, aparat penegak hukum harus mengusutnya secara transparan.
Namun, jangan sampai dugaan tersebut menghilangkan kepercayaan terhadap mahasiswa secara keseluruhan,” ujarnya.
Menurut Jacob, mahasiswa harus tetap kritis dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa, termasuk tantangan ekonomi, sosial, maupun politik.
Ia mengingatkan agar generasi muda tidak mudah tergoda oleh kepentingan praktis yang dapat mengurangi integritas dan nilai perjuangan.
Ia juga menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan tanggung jawab sosial yang kuat.
Selain itu, Jacob mengajak pemerintah, civitas akademika, organisasi kemahasiswaan, serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang yang sehat bagi mahasiswa dalam menyampaikan gagasan dan kritik secara konstruktif.
Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu berpikir kritis, memiliki integritas, dan berkomitmen menjaga nilai-nilai demokrasi demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Melindungi idealisme mahasiswa berarti melindungi masa depan bangsa. Mereka adalah calon pemimpin yang akan menentukan arah Indonesia pada masa mendatang,” tutup Jacob Ereste.(Kontributor Yacob)

