kawankitanews.web.id – Budayawan dan pemerhati sosial Jacob Ereste mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan kecerdasan spiritual sebagai fondasi utama dalam mewujudkan perubahan Indonesia yang progresif.
Menurutnya, bangsa tidak hanya membutuhkan pembaruan dalam sistem politik, hukum, dan ekonomi, tetapi juga transformasi moral yang berakar pada etika, integritas, dan nilai-nilai spiritual.
Dalam pernyataan tertulisnya di Anyer, Senin (29/6), Jacob Ereste menilai berbagai persoalan yang membelit Indonesia telah melahirkan tuntutan perubahan dari masyarakat.
Aksi demonstrasi yang terus bermunculan, menurutnya, mencerminkan semakin kuatnya keinginan rakyat untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak pada kepentingan publik.
Jacob mengatakan perubahan yang bersifat progresif memang menjadi kebutuhan bangsa.
Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan tersebut harus berjalan secara bijaksana agar tidak menimbulkan persoalan baru yang justru memperburuk keadaan.
“Perubahan besar harus diarahkan untuk memperbaiki kualitas kehidupan bangsa. Karena itu, kecerdasan spiritual harus menjadi landasan dalam setiap proses pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia menilai praktik korupsi yang masih meluas menunjukkan bahwa persoalan utama bangsa bukan sekadar lemahnya regulasi atau penegakan hukum, melainkan menurunnya kualitas etika, moral, dan akhlak para penyelenggara negara. Menurut Jacob, pembangunan karakter harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan ekonomi.
Selain itu, Jacob juga menyoroti fenomena yang mengedepankan pencitraan dibandingkan kompetensi.
Ia menilai sebagian kalangan lebih mengejar pengakuan melalui simbol, gelar, maupun jabatan daripada membangun integritas, kapasitas, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Jacob menegaskan bahwa bangsa tidak akan mampu keluar dari berbagai krisis apabila para pemimpin mengabaikan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Ia
meyakini kecerdasan spiritual mampu membentuk karakter kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan.
Transparansi dan keterbukaan informasi akan memperkuat akuntabilitas sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berkualitas.
Jacob berpandangan bahwa pembenahan bangsa tidak cukup diserahkan kepada kalangan politikus, ekonom, maupun aparat penegak hukum.
Ia menilai seluruh proses perubahan harus dibimbing oleh nilai-nilai spiritual agar setiap kebijakan memiliki orientasi pada keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan bersama.
Ia menambahkan bahwa setiap amanah yang diemban pemimpin pada akhirnya harus dipertanggung jawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karena itu, ia mengajak seluruh penyelenggara negara menjadikan kecerdasan spiritual sebagai pedoman dalam berpikir, merencanakan, dan melaksanakan setiap kebijakan publik.
“Bila etika, moral, dan kecerdasan spiritual menjadi dasar kepemimpinan, maka perubahan bangsa akan berlangsung secara progresif, berkelanjutan, dan mampu menghadirkan masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegas Jacob Ereste.(Kontributor Yacob)

