KAWANKITAWEBNEWS.ID/– Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni bukan hanya menjadi momentum mengenang sejarah lahirnya dasar negara, tetapi juga saat yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan bangsa dalam mewujudkan cita-cita para pendiri Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga persoalan integritas dalam tata kelola pemerintahan, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga arah pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Jawa Timur Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Heru Satryo, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Menurutnya, Pancasila harus dipahami sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar simbol yang diperingati setiap tahun.
“Pancasila mengajarkan kejujuran, keadilan, kemanusiaan, dan persatuan. Nilai-nilai itu harus tercermin dalam perilaku penyelenggara negara maupun masyarakat,” ujar Heru, Senin (1/6/2026).
Ia menilai salah satu ancaman terbesar terhadap terwujudnya cita-cita Pancasila adalah praktik korupsi yang masih terjadi di berbagai sektor. Korupsi tidak hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan dan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Menurut Heru, korupsi bertolak belakang dengan seluruh semangat yang terkandung dalam Pancasila. Tindakan tersebut merugikan masyarakat luas, memperlebar kesenjangan sosial, dan menghambat upaya menciptakan kesejahteraan yang merata.
“Korupsi adalah musuh bersama. Ketika anggaran yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan disalahgunakan, maka yang dirugikan adalah rakyat,” tegasnya.
Karena itu, MAKI Jawa Timur mendorong agar pemberantasan korupsi tidak hanya mengandalkan proses penegakan hukum, tetapi juga diperkuat melalui pembangunan budaya integritas sejak dini. Pendidikan karakter, transparansi pemerintahan, serta pengawasan publik yang aktif menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik koruptif.
Selain isu korupsi, MAKI Jatim juga menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi muda sebagai penerus bangsa. Generasi yang akan membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 harus dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga karakter yang kuat serta komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Heru menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada lahirnya generasi yang menjunjung kejujuran, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
“Indonesia membutuhkan generasi yang berani menjaga amanah, menolak segala bentuk korupsi, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” katanya.
Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan politik yang dimiliki Indonesia, MAKI Jatim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan nasional. Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa, bukan menjadi sumber perpecahan.
Pancasila, lanjut Heru, telah membuktikan kemampuannya menjadi perekat bangsa selama puluhan tahun. Oleh sebab itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun Indonesia yang adil, maju, dan bermartabat masih terus berlangsung. Semangat gotong royong, integritas, dan kepedulian sosial harus menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Melalui momentum ini, MAKI Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan Indonesia yang bersih dari korupsi, menjaga persatuan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Ketika nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka Indonesia akan memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya. (RED)

