kawankitanews.web.idKeterangan – Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting di bidang pertahanan nasional. Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan karena sakit.
Kabar duka tersebut menyebar luas dan memunculkan ungkapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh nasional, pejabat pemerintah, purnawirawan TNI, hingga masyarakat yang mengenal rekam jejak pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Selama lebih dari empat dekade, ia mengabdikan dirinya di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dan menempati berbagai posisi strategis yang berperan penting dalam menjaga keamanan serta kedaulatan negara.
Karier militernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan kemudian Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Pengalaman panjang di dunia militer membuatnya dipercaya Presiden untuk memimpin Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada periode 2014–2019.
Selama menjabat Menteri Pertahanan, Ryamizard aktif memperkuat sistem pertahanan nasional melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertahanan, serta penguatan kerja sama strategis dengan berbagai negara sahabat.
Selain dikenal sebagai sosok militer yang tegas, Ryamizard juga sering menyuarakan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan memperkuat semangat nasionalisme di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Komitmennya terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi salah satu warisan pemikiran yang dikenang banyak pihak.
Penulis dan budayawan Jacob Ereste turut menyampaikan rasa duka atas kepergian Ryamizard Ryacudu. Ia menilai almarhum sebagai tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pertahanan dan pengabdian kepada negara.
“Bangsa Indonesia kehilangan seorang tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Jacob Ereste.
Menurut Jacob, perjalanan hidup Ryamizard mencerminkan semangat pengabdian yang patut menjadi teladan bagi generasi muda. Ia berharap nilai-nilai kedisiplinan, loyalitas, dan kecintaan terhadap tanah air yang ditunjukkan almarhum dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Kepergian Ryamizard Ryacudu menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, khususnya bagi keluarga besar TNI dan dunia pertahanan nasional. Meski telah berpulang, jejak pengabdian dan kontribusinya akan tetap tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa,(KONTRIBUTOR Yacob)

