Puisi dan Gagasan Sri Edi Swasono Soroti Kemunduran Peradaban dan Krisis Pendidikan Nasional

Sri Edi Swasono menyoroti krisis pendidikan nasional dan kemunduran peradaban melalui puisi serta gagasan kebangsaan.

kawankitanews.web.id – Puisi dan gagasan Prof. Dr. Sri Edi Swasono kembali menyoroti kondisi pendidikan nasional Indonesia yang dinilai menghadapi krisis arah serta berpotensi mengalami kemunduran peradaban jika tidak segera melakukan pembenahan mendasar(.21 Mei 2026)

Sri Edi Swasono melalui refleksi puisi dan tulisan kebangsaannya mengkritisi melemahnya daya kritis bangsa dalam menghadapi perubahan zaman. Ia menilai pendidikan nasional belum sepenuhnya mampu membentuk karakter kuat yang berakar pada nilai kebangsaan dan kemandirian berpikir.

Dalam pandangannya, Sri Edi Swasono menyoroti gejala kemunduran peradaban ketika bangsa lebih mudah mengadopsi nilai luar tanpa proses penyaringan yang matang. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat melemahkan identitas nasional apabila sistem pendidikan tidak memperkuat fondasi budaya sendiri.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan nasional tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik dan kebutuhan pasar kerja. Menurutnya, pendidikan harus membangun kesadaran sejarah, memperkuat moralitas, serta menumbuhkan keberanian intelektual dalam menghadapi persoalan bangsa.

Lebih lanjut, Sri Edi Swasono mendorong agar dunia pendidikan kembali menghadirkan keteladanan yang nyata dalam proses pembelajaran. Ia menilai bahwa hilangnya figur teladan di lingkungan pendidikan turut mempercepat krisis karakter di kalangan generasi muda.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kemunduran peradaban tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang ketika bangsa mulai mengabaikan nilai-nilai dasar kebangsaan dalam sistem pendidikan dan kehidupan sosial.

Melalui puisi dan gagasan tersebut, Sri Edi Swasono kembali menekankan pentingnya membangun pendidikan nasional yang berakar pada jati diri bangsa agar Indonesia tidak kehilangan arah dalam percaturan peradaban global.

(Kontributor Banten jacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *