kawankitanews.web.id– Polrestabes Surabaya menggerebek sejumlah rumah yang diduga menjadi pusat operasional jaringan scamming internasional di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan puluhan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan online lintas negara.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfi Sulistiawan memimpin langsung pengungkapan kasus ini setelah jajarannya melakukan penyelidikan mendalam berdasarkan laporan dan hasil pengembangan di lapangan.
Petugas bergerak ke beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat operasi sindikat, termasuk rumah-rumah yang dijadikan pusat kerja operator penipuan. Di lokasi tersebut, polisi menemukan aktivitas komunikasi yang diduga digunakan untuk menjalankan modus penipuan melalui telepon dan aplikasi digital.
Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan puluhan WNA yang berasal dari berbagai negara. Petugas kemudian melakukan pendataan dan pemeriksaan awal terhadap para terduga pelaku untuk mengetahui peran masing-masing dalam jaringan tersebut.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, laptop, perangkat komunikasi, modem, serta dokumen yang berisi data target korban. Selain itu, petugas menemukan bilik-bilik kerja yang diduga digunakan sebagai ruang operasional untuk menjalankan aktivitas scamming secara terstruktur.
Kombes Pol Lutfi Sulistiawan menegaskan pihaknya terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Ia memastikan penyidik menelusuri aliran dana, struktur organisasi pelaku, serta kemungkinan adanya korban di negara lain.
Polrestabes Surabaya juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan pihak internasional untuk memperkuat proses penyelidikan dan pengungkapan kasus tersebut.
Hingga saat ini, seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di bawah pengawasan kepolisian untuk mendalami keterlibatan mereka dalam jaringan scamming internasional tersebut.(Saipul)

