kawankitanews.web.id – Produksi serial sekaligus film layar lebar Zona Merah musim kedua menghadirkan gebrakan besar di Kota Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 2.000 orang terlibat dalam proses syuting yang dipusatkan di kawasan Kota Tua Surabaya.
Ribuan orang tersebut terdiri dari kru profesional, pemain utama, figuran, hingga masyarakat lokal yang ikut ambil bagian dalam produksi film horor berskala kolosal tersebut. Kehadiran proyek ini langsung menyita perhatian publik karena menjadi salah satu produksi terbesar yang pernah digelar di Kota Pahlawan.
Tim produksi memilih kawasan Kota Tua Surabaya karena dinilai memiliki nuansa arsitektur klasik dan atmosfer misterius yang sangat mendukung cerita Zona Merah. Serial ini mengangkat kisah penyebaran wabah mayat hidup di daerah fiktif bernama Rimbalaya.
Line Producer Zona Merah, Bagas Luhur Pribadi, mengatakan keterlibatan masyarakat Surabaya menjadi bagian penting dalam proses produksi. Menurutnya, tim produksi tidak hanya datang untuk melakukan pengambilan gambar, tetapi juga ingin menghadirkan dampak positif bagi warga sekitar.
“Kami melibatkan sekitar 2.000 orang dalam produksi ini, termasuk warga Surabaya sebagai figuran. Kami ingin masyarakat ikut merasakan pengalaman langsung di industri perfilman,” ujar Bagas saat acara penyambutan tim produksi di Balai Kota Surabaya, Jumat malam (8/5/2026).
Selain melibatkan warga sebagai figuran, tim produksi juga menggandeng komunitas lokal melalui program Tamasya Sinema. Program tersebut memberikan edukasi dan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai proses produksi film dan industri kreatif.
Produksi Zona Merah musim kedua kembali dipimpin duet sutradara Sidharta Tata dan Fajar Martha. Keduanya sebelumnya sukses menggarap musim pertama yang tayang pada 2024 dan mendapat respons besar dari penonton pecinta horor tanah air.
Sejumlah aktor dan aktris ternama turut memperkuat proyek ini. Nama-nama seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Narendra, Lukman Sardi, Derby Romero, hingga Luna Maya dipastikan ambil bagian dalam film dan serial tersebut.
Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan dukungan penuh terhadap proses syuting. Pemkot membantu memfasilitasi penggunaan kawasan Kota Tua serta melakukan pengaturan lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas jalan demi kelancaran produksi.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menilai kehadiran produksi Zona Merah dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Kota Surabaya ke tingkat nasional melalui industri perfilman.
“Kami mendukung penuh kegiatan syuting ini karena dapat mengangkat kawasan bersejarah Surabaya sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif masyarakat,” kata Lilik.
Dengan skala produksi besar dan dukungan masyarakat luas, Zona Merah musim kedua diprediksi menjadi salah satu karya horor paling dinanti sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai kota yang ramah bagi industri kreatif dan perfilman nasional.(Geng)

