9 Agustus 2026

Video Viral PETI Kotanopan Tuai Sorotan, Aktivis Desak Polres Madina Segera Tangkap Pelaku

Keterangan foto: Sejumlah aktivis mahasiswa mendesak Polres Madina segera mengusut tuntas dan menindak pelaku PETI Kotanopan yang videonya viral di media sosial.

kawankitanews.web.id – Video yang diduga memperlihatkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, terus menuai sorotan publik setelah viral di media sosial.

Sejumlah aktivis mahasiswa mendesak Polres Madina segera mempercepat proses penyelidikan dan menangkap pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Presidium Solidaritas Mahasiswa Peduli Penyelamatan Hutan dan Lingkungan Hidup (SIPLAH) Kabupaten Mandailing Natal, Ahmad Rifai Nasution, seusai memimpin rapat konsolidasi bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan pegiat lingkungan di Panyabungan, Rabu (25/6).

Menurut Rifai, video yang telah tersebar luas di berbagai platform media sosial merupakan informasi awal yang layak ditindaklanjuti melalui penyelidikan mendalam oleh aparat penegak hukum.

“Kami meminta Polres Madina bergerak cepat. Apabila penyelidikan menemukan adanya tindak pidana, pelaku harus segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu,” tegas Rifai.

Rapat konsolidasi tersebut juga dihadiri Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandy Nasution, Ketua Bidang Hukum dan Lingkungan Hidup PD GPI Dahler Lubis, Sekjen Presidium Kajian Lingkungan dan Study Kerakyatan (KLIK-Sr) Ahmad Rangkuti, serta sejumlah aktivis lainnya.

Para aktivis menilai aktivitas PETI tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan, merusak kawasan hutan, mencemari sungai, dan meningkatkan risiko bencana ekologis di wilayah Mandailing Natal.

Selain meminta penindakan terhadap pelaku di lapangan, mereka juga mendorong aparat mengusut pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual maupun pemodal di balik aktivitas pertambangan ilegal apabila ditemukan alat bukti yang cukup dalam proses penyelidikan.

Mereka berharap Polres Madina dapat menunjukkan komitmen dalam memberantas kejahatan lingkungan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Mandailing Natal AKP Try Boy Alvin Siahaan menyatakan jajarannya telah melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar.

“Iya bang, pendalaman untuk penyelidikan,” tulis AKP Try Boy Alvin Siahaan saat dikonfirmasi wartawan.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi mengenai penetapan tersangka maupun identitas pihak yang bertanggung jawab atas dugaan aktivitas PETI yang videonya viral di media sosial.

Awak media juga terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.

Para aktivis berharap hasil penyelidikan segera memberikan kepastian hukum sehingga dugaan aktivitas PETI di Kotanopan dapat ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Kontributor magrifalluloh)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *