17 April 2026

Tradisi Upacara Keleman Seloliman Trawas, Doa untuk Kehidupan dan Kesuburan Alam

Warga Seloliman menggelar Upacara Keleman di area persawahan sebagai doa bersama untuk keberkahan dan panen melimpah.
Warga Seloliman menggelar Upacara Keleman di area persawahan sebagai doa bersama untuk keberkahan dan panen melimpah.

Kawankitanews.web.id – Warga Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Tradisi Upacara Keleman sebagai bentuk doa bersama untuk kehidupan yang lebih baik, khususnya di sektor pertanian.

Ritual tahunan ini berlangsung khidmat di area persawahan dan sekitar punden Mbah Kerto Joyo, Minggu (12/04).

Upacara Keleman menjadi salah satu warisan budaya leluhur yang masih terjaga hingga kini. Tradisi ini dilaksanakan sebagai penanda dimulainya musim tanam padi,

sekaligus sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan.
Dalam prosesi tersebut,

warga memanjatkan doa agar lahan pertanian tetap subur, terhindar dari serangan hama, serta menghasilkan panen yang melimpah.

Doa dipanjatkan dengan memadukan tradisi Jawa dan ajaran Islam, mencerminkan kearifan lokal yang harmonis dengan nilai keagamaan masyarakat setempat.

Ritual berlangsung dengan penuh kebersamaan. Warga membawa berbagai sesaji seperti tumpeng, cok bakal, dan hasil bumi lainnya.

Sesaji ini menjadi simbol harapan dan media spiritual untuk menyampaikan doa kepada Sang Pencipta serta menghormati para leluhur.

Ketua panitia, Sukidi, menyampaikan bahwa Upacara Keleman bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana mempererat solidaritas warga.

“Melalui tradisi ini, kami berdoa agar kehidupan masyarakat semakin sejahtera dan hasil pertanian meningkat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur pemerintah setempat, mulai dari perangkat desa hingga jajaran Forkopimda.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah.

Usai prosesi, sebagian sesaji ditempatkan di area persawahan sebagai simbol penolak bala dan penjaga keberkahan.

Sementara sisanya dibagikan kepada warga untuk dibawa pulang sebagai berkah dari pelaksanaan upacara.

Dengan terus dilestarikannya Tradisi Upacara Keleman, masyarakat Seloliman berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman,

sekaligus menjadi sumber kekuatan spiritual dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.(Red)Warga Seloliman menggelar Upacara Keleman di area persawahan sebagai doa bersama untuk keberkahan dan panen melimpah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *