kawankitanews.web.id – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi PKS Jatim, Lilik Hendarwati, mengusulkan pembangunan sekolah negeri menjadi salah satu prioritas jika pemerintah pusat menambah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBN 2026.
Lilik menyambut positif rencana pemerintah pusat menambah dukungan fiskal melalui TKD. Ia meminta pemerintah daerah memanfaatkan tambahan anggaran tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pemerataan akses pendidikan di Jawa Timur.
Menurut Lilik, masih banyak wilayah di Jawa Timur yang membutuhkan pembangunan sarana pendidikan karena keterbatasan jumlah sekolah negeri. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan akses pendidikan yang dekat dan terjangkau.
“Saya berharap rencana ini benar-benar terealisasi dan Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang mendapat tambahan transfer. Jika terealisasi, anggaran tersebut harus dimaksimalkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Lilik.
Lilik mencontohkan persoalan yang ia temui ketika menyerap aspirasi masyarakat di kawasan Surabaya Barat. Warga mengeluhkan minimnya keberadaan SMA dan SMK negeri di wilayah tersebut.
Keterbatasan sekolah negeri membuat sejumlah siswa menghadapi kendala saat mengikuti penerimaan peserta didik. Jarak sekolah yang cukup jauh juga menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama ketika siswa harus bersaing melalui sistem zonasi.
“Ketika saya reses di daerah Surabaya Barat, masyarakat menginginkan adanya SMA atau SMK negeri. Selama ini mereka terkendala zonasi karena lokasi sekolah negeri terlalu jauh,” ungkapnya.
Lilik mengatakan masyarakat telah menyampaikan aspirasi pembangunan sekolah negeri melalui RT dan RW dengan sepengetahuan pihak kelurahan. Warga juga telah mengajukan surat permohonan kepada Wali Kota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur.
Namun, hingga kini pemerintah belum merealisasikan usulan tersebut karena keterbatasan anggaran. Karena itu, Lilik berharap tambahan TKD dapat memberikan ruang fiskal bagi pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sekolah negeri.
“Karena itu kami berharap tambahan TKD bisa menjadi solusi agar kebutuhan masyarakat seperti pembangunan sekolah negeri dapat segera diwujudkan,” katanya.
Lilik menegaskan pemerintah Jawa Timur perlu menjadikan pembangunan SMA dan SMK negeri sebagai salah satu prioritas apabila tambahan TKD terealisasi. Ia meminta pemerintah memetakan wilayah yang masih kekurangan sekolah dan menyusun pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan SMA dan SMK negeri harus menjadi salah satu prioritas. Saya yakin bukan hanya Surabaya, tetapi masih banyak daerah di Jawa Timur yang menghadapi persoalan serupa, yakni keterbatasan jumlah sekolah negeri,” tegasnya.
Menurut Lilik, pemerataan sarana pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Pemerintah perlu memastikan seluruh anak di Jawa Timur memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala jarak dan keterbatasan fasilitas.
Ia menilai pembangunan sekolah negeri juga akan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur. Karena itu, pemerintah harus mengintegrasikan kebijakan fiskal dengan kebutuhan pembangunan pendidikan di setiap daerah.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tengah menyiapkan tambahan anggaran TKD dalam APBN 2026. Pemerintah menyiapkan kebijakan tersebut sebagai respons terhadap berbagai masukan mengenai tekanan fiskal yang dialami sejumlah daerah.
Lilik berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat dalam menentukan alokasi tambahan TKD. Ia meminta pemerintah daerah menggunakan anggaran tersebut secara tepat sasaran untuk mempercepat pembangunan layanan publik.
“Tambahan transfer daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan memperluas akses pendidikan melalui pembangunan SMA dan SMK negeri di wilayah yang masih kekurangan,” ujarnya.
Lilik berharap sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan. Dengan dukungan anggaran yang memadai dan perencanaan yang tepat, pembangunan sekolah negeri di berbagai wilayah Jawa Timur dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(Fajar)

