kawankitanews.web.id – Tempat Hiburan Malam (THM) Phantom yang berada di Jalan Adam Malik, Medan, menjadi sorotan aparat penegak hukum setelah polisi bersama Bea Cukai menemukan sejumlah dugaan pelanggaran serius di lokasi tersebut.
Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan melakukan penyelidikan intensif setelah sebelumnya menggelar pra-rekonstruksi.
Dalam pemeriksaan itu, petugas mengungkap bahwa THM Phantom tidak memiliki izin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) yang wajib dimiliki setiap usaha penjualan minuman beralkohol.
Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Pencegahan dan Penyidikan Bea Cukai Medan, Nanda Prismana,
menegaskan bahwa pihaknya memastikan THM Phantom tidak mengantongi izin tersebut setelah melakukan pengecekan langsung di lokasi.
“THM Phantom tidak memiliki NPPBKC. Setiap pelaku usaha yang menjual minuman beralkohol wajib memiliki izin tersebut,” ujar Nanda.
Selain persoalan perizinan, aparat juga menemukan dugaan peredaran minuman keras (miras) yang diduga oplosan dan menggunakan pita cukai palsu.
Temuan ini memperkuat indikasi pelanggaran di sektor cukai yang berpotensi masuk ranah pidana.
Nanda menjelaskan bahwa pelanggaran terkait NPPBKC akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda.
Namun, penggunaan pita cukai palsu dan peredaran minuman keras ilegal dapat dijerat dengan ketentuan pidana sesuai Undang-Undang Cukai.
“Jika tidak memiliki NPPBKC dikenakan denda, tetapi kalau menggunakan pita cukai palsu, itu masuk pidana,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi tempat hiburan malam yang melanggar hukum,
termasuk yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba maupun minuman ilegal.
Pihak kepolisian juga terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya pelanggaran lain serta menelusuri jaringan distribusi miras ilegal yang masuk ke THM tersebut.
“Kami akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum tanpa pandang bulu,” ujar Rafli.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan aparat terus mengumpulkan bukti tambahan terkait aktivitas di THM Phantom.
(Rizky)

