10 Juni 2026

Terminal Teluk Lamong Perkuat Green Port, Hadirkan Green House dan Konservasi Tanaman Langka

(Kiri-Kanan) Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Terminal Teluk Lamong, Budi Satriyo & Perwakilan Tim Peneliti Kebun Raya Purworadi BRIN, Sugeng Budiharta
(Kiri-Kanan) Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Terminal Teluk Lamong, Budi Satriyo & Perwakilan Tim Peneliti Kebun Raya Purworadi BRIN, Sugeng Budiharta

KAWANKITANEWSWEB.ID/ PT Terminal Teluk Lamong kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan pelabuhan berkelanjutan melalui peluncuran Green House “Titik Hijau” di kawasan operasional perusahaan, Selasa (19/5/2026). Bersamaan dengan itu, perusahaan juga menerima tanaman langka Pala Jawa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai bagian dari kerja sama konservasi lingkungan.

Program ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Terminal Teluk Lamong dan Pusat Riset Ekologi BRIN dalam pengembangan ruang terbuka hijau berbasis ekologi di kawasan pelabuhan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang diperingati setiap 22 Mei.

Green House “Titik Hijau” dikembangkan sebagai area edukasi sekaligus konservasi lingkungan. Di lokasi ini ditanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hidroponik, tanaman buah, tanaman peneduh, hingga tumbuhan penyerap polusi udara yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan kawasan pelabuhan.

Tidak hanya itu, BRIN melalui Kebun Raya Purwodadi turut menyerahkan tanaman langka Pala Jawa (Myristica teysmannii), spesies endemik Pulau Jawa yang kini berstatus genting. Kehadiran tanaman tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi biodiversitas di lingkungan industri dan pelabuhan.

Direktur Operasi Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur mengatakan bahwa pembangunan Green House menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan operasional pelabuhan yang modern namun tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, ruang terbuka hijau yang dikelola secara berkelanjutan tidak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.

Program pengayaan keanekaragaman tumbuhan ini diinisiasi oleh tim ESG (Environmental, Social, and Governance) Terminal Teluk Lamong bersama tenaga kerja yang selama ini bertanggung jawab terhadap pengelolaan tanaman di area perusahaan.

Sementara itu, peneliti Kebun Raya Purwodadi BRIN, Sugeng Budiharta mengapresiasi langkah Terminal Teluk Lamong yang dinilai aktif mendukung konservasi lingkungan di kawasan industri.

Ia berharap konsep “kebun raya mini” dapat terus dikembangkan di area pelabuhan maupun kawasan industri lainnya, sehingga semakin banyak jenis tumbuhan yang terlindungi dan memberikan manfaat ekologis yang lebih luas.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak juga akan menjalankan berbagai program lanjutan seperti edukasi lingkungan, pengayaan vegetasi, pendampingan teknis pengelolaan ruang terbuka hijau, hingga perhitungan karbon stok sebagai bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim.

Langkah tersebut semakin menegaskan posisi Terminal Teluk Lamong sebagai pelabuhan yang tidak hanya berorientasi pada layanan logistik modern, tetapi juga berkomitmen terhadap penerapan prinsip ESG dan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. ( Red )

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *