8 Agustus 2026

Teori Kerusuhan Era Digital Denny JA Dinilai Memberi Perspektif Baru, Kata Jacob Ereste

Keterangan foto: Jacob Ereste menilai teori kerusuhan era digital Denny JA layak dikaji sebagai perspektif baru dalam memahami dinamika sosial di era digital.

kawankitanews.web.id– Pengamat sosial dan budaya Jacob Ereste menilai gagasan Denny JA mengenai teori kerusuhan era digital memberikan perspektif baru dalam memahami dinamika demonstrasi dan perubahan sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, pendekatan tersebut layak menjadi bahan kajian akademik untuk memperkaya analisis terhadap fenomena sosial yang berkembang di era digital.

Jacob Ereste menyampaikan pandangannya setelah mencermati tulisan Denny JA yang membahas peristiwa demonstrasi dan kerusuhan pada Agustus 2025. Dalam tulisannya, Denny JA mengemukakan bahwa perubahan sosial di era digital memerlukan kerangka teori yang mampu menjelaskan keterkaitan antara faktor ekonomi, perkembangan teknologi, emosi publik, dan legitimasi institusi.

Menurut Jacob, gagasan tersebut membuka ruang diskusi baru di kalangan akademisi, peneliti, maupun pemerhati sosial. Ia menilai perkembangan media sosial dan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk cara informasi menyebar dan memengaruhi respons publik terhadap suatu peristiwa.

“Perubahan teknologi telah menghadirkan tantangan baru bagi ilmu sosial. Karena itu, berbagai gagasan yang mencoba membaca dinamika masyarakat di era digital patut dikaji secara ilmiah dan terbuka,” ujar Jacob.

Ia menjelaskan bahwa teori-teori sosial klasik tetap memiliki kontribusi besar dalam memahami perubahan masyarakat. Namun, Jacob menilai perkembangan zaman mendorong lahirnya berbagai pendekatan baru yang berupaya menjelaskan fenomena sosial yang semakin kompleks.

Dalam pandangannya, media sosial kini memiliki peran penting dalam mempercepat arus informasi dan membentuk ruang diskusi publik. Kondisi tersebut, menurut Jacob, menjadikan dinamika sosial pada era digital berbeda dengan kondisi beberapa dekade lalu ketika penyebaran informasi masih bergantung pada media konvensional.

Jacob juga menyoroti pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu menyaring informasi secara kritis. Ia mengingatkan bahwa kecepatan penyebaran informasi di ruang digital harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk melakukan verifikasi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru maupun provokatif.

Selain itu, Jacob menegaskan bahwa penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. Namun, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga agar setiap penyampaian pendapat berlangsung secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Jacob, kajian mengenai perubahan sosial di era digital tidak hanya penting bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi pemerintah, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas. Pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika sosial dinilai dapat membantu merumuskan kebijakan publik yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

Ia berharap berbagai pemikiran yang berkembang, termasuk teori yang dikemukakan Denny JA, dapat menjadi bahan diskusi ilmiah yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam memahami transformasi sosial di Indonesia. Jacob menekankan bahwa dialog akademik yang terbuka akan memperkaya perspektif sekaligus memperkuat upaya membangun kehidupan demokrasi yang sehat dan berkeadaban.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *