8 Agustus 2026

Surabaya Siap Saksikan Pertunjukan Ballet Kolosal The Lion King

Para penari Premiere School of Ballet berlatih menjelang pementasan kolosal The Lion King di Gedung Cak Durasim, Surabaya.

kawankitanews.web.id – Kota Surabaya bersiap menjadi tuan rumah pertunjukan ballet kolosal The Lion King yang akan dipersembahkan oleh Premiere School of Ballet pada 1 Agustus 2026 di Gedung Cak Durasim, kompleks UPT Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Pertunjukan ini menjadi salah satu sajian seni yang dinantikan sekaligus menandai perayaan ulang tahun ke-25 Premiere School of Ballet.

Sebanyak 165 penari dari berbagai kelompok usia akan tampil membawakan kisah legendaris The Lion King dalam balutan koreografi yang dipadukan dengan konsep panggung bergaya Broadway. Penampilan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton melalui perpaduan gerak tari, tata artistik, musik, dan alur cerita yang memukau.

Premiere School of Ballet memilih The Lion King sebagai karya utama karena ingin menghadirkan nuansa baru dalam dunia ballet di Indonesia. Selama ini, pertunjukan ballet lebih banyak mengangkat cerita-cerita klasik bertema kerajaan. Melalui kisah perjalanan Simba, sanggar ini berupaya menghadirkan pertunjukan yang lebih dekat dengan berbagai kalangan penonton, khususnya generasi muda dan keluarga.

Pemilik sekaligus sutradara Premiere School of Ballet, Sylvi Panggawean, ST, ARAD, TC, memimpin langsung proses produksi pertunjukan. Ia didukung tim pengajar yang terdiri atas Michelle, Zendy, Lita, Jasmine, dan Michael dalam mempersiapkan para penari selama masa latihan.

Momentum perayaan 25 tahun Premiere School of Ballet menjadi bukti konsistensi lembaga tersebut dalam mengembangkan seni ballet di Jawa Timur. Berawal dari Surabaya Timur, kini sanggar telah memperluas jangkauan pembinaan hingga Surabaya Barat dan Kota Malang, sekaligus mencetak banyak penari berbakat.

Keunikan pertunjukan ini juga terlihat dari keterlibatan penari dengan rentang usia yang beragam. Anak-anak berusia mulai 2,5 tahun akan tampil bersama penari dewasa yang baru memulai belajar ballet. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa seni ballet terbuka bagi siapa saja tanpa memandang usia maupun pengalaman.

Selama proses latihan, tim pelatih memberikan pendampingan intensif untuk menyempurnakan teknik gerakan, ekspresi, penghayatan karakter, hingga kepercayaan diri setiap penari. Persiapan tersebut dilakukan agar pertunjukan berlangsung harmonis dan mampu menghidupkan kisah The Lion King di atas panggung.

Pertunjukan ballet kolosal ini juga mendapat dukungan dari Duta Raya Makmur, Ban Leng, Yellow Duckling, Kodomo, Aquviva, Milku, dan Japota. Kehadiran berbagai pihak diharapkan semakin menyemarakkan perayaan seperempat abad perjalanan Premiere School of Ballet.

Masyarakat Surabaya dan sekitarnya diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyaksikan pertunjukan The Lion King yang menggabungkan keindahan ballet, kekuatan cerita, dan kreativitas para penari dalam satu panggung spektakuler.(Geng)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *