23 Juni 2026

Soroti Krisis Kepercayaan Publik, Jacob Ereste Minta Pemerintah Lebih Terbuka dan Responsif

Jacob Ereste menyoroti pentingnya keterbukaan informasi pemerintah untuk memulihkan kepercayaan publik.

Kawankitanews.web.id— Pengamat sosial Jacob Ereste menyoroti krisis kepercayaan publik yang dinilai semakin menguat di tengah lemahnya keterbukaan dan responsivitas sejumlah lembaga pemerintah dalam merespons dinamika informasi di masyarakat.

Jacob menegaskan bahwa pemerintah harus segera memperbaiki pola komunikasi publik dengan membuka akses informasi secara lebih transparan dan mudah dijangkau. Ia menilai keterbukaan menjadi kunci utama untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Menurutnya, banyak instansi pemerintah masih belum optimal dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan publik secara cepat dan akurat. Kondisi ini, kata Jacob, membuat masyarakat dan jurnalis sering kesulitan mendapatkan klarifikasi resmi dari sumber yang berwenang.

Jacob juga menyoroti lambatnya respons sebagian lembaga ketika menghadapi isu-isu publik yang berkembang di ruang media. Ia menilai keterlambatan tersebut justru memperbesar ruang spekulasi dan memperburuk persepsi masyarakat.

“Pemerintah harus hadir lebih cepat dan lebih terbuka dalam memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat,” ujar Jacob.

Ia menambahkan bahwa sikap tertutup terhadap kritik hanya akan memperlebar jarak antara pemerintah dan rakyat. Menurutnya, kritik publik seharusnya pemerintah terima sebagai masukan penting untuk memperbaiki kinerja, bukan dianggap sebagai ancaman.

Jacob juga mendorong seluruh lembaga negara untuk memperkuat fungsi kehumasan agar mampu menyampaikan informasi secara aktif, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai kehadiran humas yang responsif sangat penting dalam menjaga stabilitas informasi publik.

Selain itu, ia menekankan pentingnya reformasi dalam tata kelola komunikasi publik pemerintah, terutama dalam menghadapi era keterbukaan informasi digital yang bergerak sangat cepat.

Jacob menegaskan bahwa krisis kepercayaan publik tidak dapat pemerintah atasi hanya dengan pernyataan, tetapi harus melalui tindakan nyata yang konsisten dan terukur.

“Respons cepat, keterbukaan informasi, dan kejujuran dalam komunikasi publik menjadi syarat utama untuk memulihkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera berbenah agar hubungan antara negara dan masyarakat kembali terbangun secara sehat, transparan, dan saling percaya.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *