kawankitanews.web id – Babinsa Desa Potronayan, Serma Mujiarto, terus memberikan semangat kepada para petani agar tetap optimistis menghadapi musim kemarau. Melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos), ia meyakini masa tanam ketiga (MT III) tetap berpotensi menghasilkan panen yang melimpah apabila petani mampu mengelola lahan dan pengairan dengan baik.
Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung di Dukuh Rejosari, Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Minggu (2/8/2026). Dalam kesempatan itu, Serma Mujiarto berdialog dengan salah seorang petani padi, Ibu Paniyem, untuk memberikan motivasi sekaligus mendengarkan kondisi pertanian yang dihadapi warga.
Serma Mujiarto mengatakan musim kemarau tidak seharusnya menjadi alasan bagi petani untuk mengurangi semangat bercocok tanam. Menurutnya, dengan perawatan tanaman yang baik dan pengelolaan sumber air secara efektif, hasil panen MT III tetap dapat memberikan keuntungan bagi petani.
“Musim kemarau bukan penghalang untuk bertani. Jika tanaman dirawat dengan baik dan kebutuhan air dapat dikelola secara optimal, hasil panen tetap berpotensi melimpah. Apalagi harga gabah pada musim kemarau biasanya lebih menguntungkan bagi petani,” ujarnya.
Selain memberikan motivasi, Babinsa juga mengajak para petani memanfaatkan setiap lahan pertanian secara maksimal sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara petani, pemerintah desa, dan pihak terkait dalam menjaga produktivitas pertanian.
Ibu Paniyem menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa kepada para petani.
Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan semangat dan rasa percaya diri bagi petani untuk tetap menjalankan masa tanam meskipun menghadapi tantangan musim kemarau.
“Pendampingan dari Babinsa membuat kami semakin yakin untuk terus menanam dan merawat tanaman padi hingga masa panen nanti,” ungkapnya.
Kegiatan komunikasi sosial tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD melalui Babinsa dalam mendampingi masyarakat, khususnya petani.
Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Boyolali.(Red)

