Ratusan Ikan Mati di Madina Akibat Black Out Sumatera, Aerator Tak Berfungsi

Peternak menunjukkan ikan yang mati massal akibat black out listrik di tambak Mandailing Natal.”

kawankitanews.we— Pemadaman listrik massal atau black out yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera menyebabkan kerugian besar bagi pelaku usaha perikanan di Mandailing Natal. Ratusan ikan dilaporkan mati setelah sistem aerator di kolam budidaya tidak berfungsi akibat terhentinya pasokan listrik.

Peternak ikan di kawasan tersebut mengoperasikan kolam budidaya dengan sistem modern yang sangat bergantung pada listrik untuk menjaga suplai oksigen di dalam air. Ketika aliran listrik padam, mesin aerator langsung berhenti bekerja dan menyebabkan kadar oksigen di kolam menurun drastis.

Para pekerja tambak kemudian mencoba melakukan upaya darurat dengan cara manual untuk menjaga sirkulasi air, namun mereka tidak mampu menyelamatkan seluruh ikan yang sudah terlanjur kekurangan oksigen. Kondisi tersebut membuat ikan mengalami stres berat hingga akhirnya mati secara massal.

Pengelola tambak Kenzi Berkah Semesta Farm Madina mencatat kerugian signifikan akibat peristiwa ini. Mereka melaporkan ikan yang mati tidak hanya berasal dari bibit, tetapi juga ikan konsumsi yang sebenarnya sudah siap panen dan bernilai jual tinggi.

Petugas tambak menyebutkan, mereka mengalami kesulitan besar karena seluruh sistem pendukung budidaya berhenti total saat listrik padam. Mereka juga menilai bahwa kestabilan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha perikanan modern.

Kerugian akibat kematian ratusan ikan tersebut ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, termasuk biaya pakan, perawatan, dan operasional yang telah dikeluarkan selama berbulan-bulan.

Peristiwa black out yang dilaporkan terjadi di berbagai provinsi di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga Lampung ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha yang bergantung pada listrik 24 jam.

Para peternak berharap pemerintah dan pihak terkait segera memperbaiki sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak kembali merugikan usaha rakyat yang menggantungkan hidup pada stabilitas energi listrik.(Kontributor margifatulloh)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *