9 Agustus 2026

Rakor Polda Sumut Hasilkan Kesepakatan Percepat Normalisasi Distribusi BBM

Keterangan foto: Polda Sumut menggelar rakor bersama Pertamina dan pemangku kepentingan untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.

kawankitanews.web.id– Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) menghasilkan kesepakatan bersama untuk mempercepat normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara.

Langkah tersebut diambil sebagai solusi mengatasi antrean panjang yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Rakor berlangsung di Aula Catur Prasetya Polda Sumut, Rabu (15/7/2026), dengan melibatkan unsur Polda Sumut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Hiswana Migas Sumatera Utara, serta sejumlah instansi terkait.

Kepala Biro Operasi Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri, SH, SIK, M.Hum, mengatakan hingga 14 Juli 2026 terdapat 125 dari total 324 SPBU di Sumatera Utara yang terdampak gangguan distribusi BBM.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, Polda Sumut mengerahkan 786 personel yang bertugas mengamankan sekaligus mengawal proses penyaluran BBM ke berbagai daerah.

Selain itu, kepolisian menyiapkan 10 personel yang dapat diperbantukan sebagai awak maupun pengemudi mobil tangki apabila diperlukan.

“Kami melakukan pengamanan dan pengawalan distribusi BBM agar proses penyaluran berjalan lancar, tepat waktu, dan tidak terjadi penyimpangan,” ujar Dwi Tunggal Jaladri.

Ia menjelaskan hasil mitigasi menunjukkan keterlambatan distribusi dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah awak mobil tangki (AMT) serta kendala operasional dalam proses pengiriman BBM dari fuel terminal menuju SPBU.

Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Sumut, Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma, mengungkapkan hasil analisis di lapangan menunjukkan gangguan tenaga kerja di fuel terminal menyebabkan distribusi BBM dilakukan secara bertahap.

Akibatnya, banyak SPBU tidak menerima pasokan sesuai kebutuhan harian.

Selain itu, keterbatasan pengemudi mobil tangki akibat pemberhentian sejumlah pengemudi yang melakukan pelanggaran turut memperlambat distribusi.

“Sebagian besar SPBU hanya menerima sekitar setengah dari volume permintaan sehingga stok cepat habis dan masyarakat beralih ke SPBU lain yang masih memiliki persediaan. Kondisi ini memicu antrean panjang di berbagai daerah,” jelas Ajie.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumatera Utara, Dedy Jaminsyah Purba, menegaskan masyarakat membutuhkan langkah nyata untuk memulihkan distribusi BBM.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Pertamina guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan, termasuk persoalan awak mobil tangki.

“Kami meminta seluruh pihak bergerak cepat. Gubernur Sumatera Utara menginginkan kepastian waktu normalisasi, langkah konkret yang dilakukan, serta strategi jangka panjang agar persoalan seperti ini tidak kembali terulang,” katanya.

General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, bersama jajarannya menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan distribusi BBM agar pasokan ke seluruh SPBU segera kembali normal.

Ketua DPC Hiswana Migas Sumatera Utara, Rajali Husein, mengatakan seluruh SPBU di jalur lintas Sumatera telah diminta beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, ia mengakui antrean masih terjadi di beberapa wilayah akibat pasokan yang belum sepenuhnya pulih.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, menambahkan pihaknya telah menempatkan personel dan mobil patroli di sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang guna menjaga keamanan dan mengatur arus lalu lintas.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu distribusi BBM maupun ketertiban umum.

Melalui rakor tersebut, seluruh peserta sepakat memperkuat koordinasi dan kolaborasi untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara. Sinergi antara Polda Sumut, Pertamina, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Hiswana Migas, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mengurai antrean di SPBU serta memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.(Rizky)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *