10 Agustus 2026

Narkoba Digital Jadi Ancaman Baru bagi Generasi Muda di Era Teknologi

Yulans FY Wenda, S.HI mengingatkan generasi muda agar bijak menggunakan teknologi dan menghindari kecanduan digital yang dapat mengganggu produktivitas.

kawankitanews.web.id– Istilah “narkoba digital” semakin sering digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kecanduan terhadap media sosial,

video pendek, gim daring, dan berbagai konten digital yang mampu menyita perhatian serta waktu pengguna.

Sejumlah kalangan menilai fenomena tersebut menjadi tantangan baru yang perlu diwaspadai, terutama bagi generasi muda di era teknologi.

Pengamat sosial sekaligus pemerhati generasi muda, Yulans FY Wenda, S.HI, mengingatkan bahwa penggunaan teknologi secara berlebihan dapat memengaruhi produktivitas, konsentrasi, hingga perkembangan karakter apabila tidak diimbangi dengan pengendalian diri.

Menurutnya, banyak orang memulai dan mengakhiri hari dengan telepon genggam.

Kebiasaan memeriksa media sosial, notifikasi, atau menonton video dalam waktu lama secara terus-menerus dapat mengurangi kesempatan untuk belajar, membaca, berolahraga, maupun mengembangkan keterampilan.

“Istilah ‘narkoba digital’ bukan merujuk pada narkotika, melainkan sebuah kiasan yang menggambarkan ketergantungan terhadap konsumsi konten digital secara berlebihan.

Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat menguras waktu dan menurunkan produktivitas,” ujarnya.

Yulans menilai penggunaan media digital yang tidak terkontrol berpotensi melemahkan disiplin, mengurangi kemampuan berkonsentrasi,

serta menurunkan kreativitas. Ia juga mengingatkan bahwa budaya membaca, berdiskusi, dan membangun interaksi langsung dengan keluarga maupun lingkungan dapat berkurang apabila sebagian besar waktu dihabiskan di depan layar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi bukanlah penyebab utama persoalan tersebut.

Menurutnya, telepon genggam dan internet merupakan sarana yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara bijaksana untuk memperoleh ilmu pengetahuan, mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, dan memperluas wawasan.

Karena itu, Yulans mengajak generasi muda mulai menerapkan kebiasaan digital yang sehat melalui langkah sederhana,

seperti membatasi penggunaan media sosial yang tidak produktif, memperbanyak membaca buku, aktif berdiskusi, mengikuti kegiatan organisasi, berolahraga, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.

Ia juga mendorong keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi yang seimbang.

Menurutnya, pengawasan dan pendampingan yang tepat akan membantu generasi muda memanfaatkan kemajuan digital sebagai sarana belajar dan berinovasi, bukan sekadar hiburan tanpa batas.

Yulans berharap masyarakat semakin sadar bahwa pengelolaan waktu dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab merupakan kunci untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat menjadi pendorong lahirnya generasi yang kreatif, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Wer)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *