25 April 2026

LAKSI Soroti Hoaks Proyek BGN, Tegaskan Sistem SIPGN untuk Program Gizi Nasional

Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, menegaskan proyek Badan Gizi Nasional bukan fiktif dan mendukung program SIPGN.
Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, menegaskan proyek Badan Gizi Nasional bukan fiktif dan mendukung program SIPGN.

kawankitanews.web.id – Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) menyoroti maraknya informasi hoaks yang beredar di media sosial terkait proyek teknologi informasi milik Badan Gizi Nasional (BGN).

Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, menegaskan bahwa tuduhan mengenai adanya proyek fiktif senilai Rp1,2 triliun tidak berdasar dan bertentangan dengan data resmi yang telah dipublikasikan.

Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN),

“yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas program gizi pemerintah melalui sistem digital terintegrasi.

“BGN mengembangkan SIPGN untuk mendukung distribusi program gizi yang lebih tepat sasaran serta memungkinkan pemantauan secara real-time di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Azmi dalam keterangannya.

Menurutnya, narasi yang menyebut adanya penyimpangan dana muncul tanpa verifikasi dan dibangun dari asumsi yang menyesatkan publik.

Ia memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai mekanisme hukum,

” termasuk melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

Azmi juga menyoroti keterlibatan Perum Peruri sebagai bagian dari transformasi GovTech Indonesia yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023.

Peruri dinilai memiliki kapasitas teknologi dan keamanan tinggi untuk mendukung sistem digital pemerintah.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa alokasi anggaran proyek terbagi dalam dua komponen utama.

Pertama, pengembangan aplikasi SIPGN dengan nilai sekitar Rp550 miliar yang mencakup berbagai modul pengelolaan data gizi secara terintegrasi.

Kedua, penyediaan layanan managed service berbasis Internet of Things (IoT) senilai sekitar Rp199 miliar guna mendukung pemantauan program secara real-time di berbagai daerah.

“Seluruh anggaran digunakan sesuai peruntukan dan tidak ditemukan indikasi penyimpangan seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

Azmi menambahkan bahwa BGN juga menempatkan aspek keamanan data sebagai prioritas utama,

mengingat sistem SIPGN akan mengelola data sensitif terkait kondisi gizi masyarakat Indonesia.

LAKSI pun mengecam pihak-pihak yang menyebarkan informasi tidak benar dan mendesak agar narasi fitnah tersebut segera dihentikan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar, terutama di media sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengedepankan informasi yang valid dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi,” pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *