24 April 2026

Kodim 0735/Surakarta Libatkan Warga Atasi Sampah Lewat Edukasi dan Inovasi

Personel Kodim 0735/Surakarta edukasi warga kelola sampah untuk kurangi beban TPA Putri Cempo.
Personel Kodim 0735/Surakarta edukasi warga kelola sampah untuk kurangi beban TPA Putri Cempo.

kawankitanews.web.id – Kodim 0735/Surakarta melibatkan warga secara aktif untuk mengatasi persoalan sampah melalui edukasi dan inovasi pengelolaan lingkungan.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang mengalami kelebihan kapasitas (overload).

Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman menegaskan pihaknya menggerakkan personel untuk memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat mulai dari tingkat RT/RW hingga komunitas lingkungan.

Ia menyebut pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam mengubah pola pikir warga terhadap pengelolaan sampah.

“Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari sumbernya. Ini langkah sederhana, tetapi sangat berdampak dalam mengurangi beban TPA,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan masyarakat harus memisahkan sampah menjadi dua kategori utama, yakni organik dan anorganik.

Kodim 0735/Surakarta kemudian mendorong pengelolaan sampah anorganik melalui sistem bank sampah agar memiliki nilai ekonomi.

“Melalui bank sampah, warga bisa menabung sampah seperti plastik, botol, dan kertas. Selain menjaga lingkungan, ini juga memberi manfaat finansial,” jelasnya.

Sementara itu, sampah organik diarahkan untuk diolah di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Mojosongo.

Di lokasi ini, sampah diolah menjadi kompos, maggot, kasgot, hingga pupuk cair organik yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Kodim 0735/Surakarta juga mengedepankan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan memadukan edukasi di tingkat hulu dan pengolahan di hilir.

Strategi ini dinilai efektif dalam menekan volume sampah yang masuk ke TPA.

Dandim menegaskan keterlibatan TNI dalam penanganan sampah merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP), khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan sendiri. Kita butuh kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan,

tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat dan ketahanan wilayah.

Kodim 0735/Surakarta optimistis, melalui edukasi berkelanjutan dan inovasi pengolahan sampah, kesadaran masyarakat akan terus meningkat.

Dengan begitu, Kota Surakarta dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *