kawankitanews.web.id– Puluhan siswa di wilayah Amuntai dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (24/4/2026).
Peristiwa ini langsung memicu sorotan publik terhadap standar keamanan dan pengelolaan makanan dalam program tersebut.
Puluhan siswa mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah beberapa saat setelah menyantap makanan yang dibagikan.
Pihak sekolah segera melakukan tindakan cepat dengan mengevakuasi para siswa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas kesehatan kemudian menangani para siswa yang terdampak dan melakukan observasi lanjutan.
Sebagian siswa dilaporkan mulai membaik, namun sejumlah lainnya masih menjalani perawatan untuk memastikan kondisi mereka stabil.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Aparat juga mengumpulkan sampel makanan serta menelusuri proses pengolahan dan distribusi makanan yang digunakan dalam program MBG.(Her)
Selain aspek teknis, pihak berwenang juga menyoroti legalitas dan tanggung jawab penyedia makanan dalam program tersebut.
Pemerintah menegaskan akan mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan MBG agar sesuai dengan standar keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah pihak meminta agar pengawasan terhadap program pemenuhan gizi di sekolah diperketat,
“terutama pada proses pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke peserta didik.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pemenuhan gizi di daerah. (red)

