8 Agustus 2026

Jacob Ereste Sampaikan Pandangannya soal Dugaan Operasi Kodok yang Dinilai Menyasar Aktivis Mahasiswa

Jacob Ereste menyampaikan pandangannya mengenai dugaan operasi kodok yang dinilai menyasar aktivis mahasiswa.

kawankitanews.web.id  – Pengamat sosial dan penulis Jacob Ereste menyampaikan pandangannya mengenai dugaan adanya praktik yang ia sebut sebagai “operasi kodok” yang menurut penilaiannya menyasar kalangan aktivis mahasiswa di tengah dinamika politik nasional.

Ia menilai mahasiswa tetap memegang peran strategis sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

Dalam keterangannya di Banten, Jacob mengatakan mahasiswa selama ini menjadi salah satu kelompok yang konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, setelah gerakan buruh tidak lagi mendominasi sebagaimana pada era Reformasi 1998, mahasiswa kembali tampil sebagai motor penggerak berbagai aksi yang mengangkat isu-isu publik.

Jacob menyoroti sejumlah peristiwa yang melibatkan organisasi mahasiswa dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya ialah polemik yang muncul setelah kunjungan Wakil Presiden ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yang memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan mahasiswa.

Menurut Jacob, dinamika tersebut menunjukkan pentingnya menjaga independensi organisasi kemahasiswaan.

Ia berpendapat setiap kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas kampus sebaiknya melibatkan mahasiswa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun polemik di lingkungan akademik.

Selain itu, Jacob juga menyinggung pernyataan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) mengenai dugaan adanya upaya memengaruhi arah aksi mahasiswa.

Ia menilai, apabila dugaan tersebut terbukti, maka tindakan tersebut dapat mencederai independensi gerakan mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

Dalam pandangannya, mahasiswa harus tetap menjaga integritas, idealisme, dan kebebasan berpikir.

Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya lahir dari kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, bukan dipengaruhi oleh kepentingan pihak tertentu.

Jacob juga mengingatkan bahwa berbagai dinamika politik yang berkembang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap institusi negara.

Oleh karena itu, ia berharap setiap persoalan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang transparan, dialog yang terbuka, serta penghormatan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai.

Menurutnya, kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui penegakan hukum yang adil, pelayanan yang profesional,

serta komitmen seluruh pihak dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

Jacob berharap mahasiswa tetap menjalankan perannya sebagai agen perubahan dengan mengedepankan sikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka sehingga perbedaan pandangan dapat disampaikan secara konstitusional tanpa menimbulkan perpecahan.

Ia menilai demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mengawal kebijakan publik.

Karena itu, Jacob mendorong semua pihak menghormati kebebasan berpendapat sekaligus menjaga persatuan dan stabilitas nasional di tengah dinamika politik yang terus berkembang.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *